Property Times
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
Property Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
Home Headline

Kebijakan Tarif Impor Trump Berpotensi Pukul Industri Properti RI

Kebijakan tarif impor diperkirakan akan berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Redaksi by Redaksi
April 8, 2025
in Headline, News
0
Kemenangan Trump dan Dampaknya bagi Industri Properti Amerika Serikat

Presiden terpilih Donald Trump dalam rapat umum kampanye di Lititz, Pennsylvania, pada tanggal 3 November. Kebijakan Trump dapat berdampak signifikan terhadap pasar perumahan. Chip Somodevilla/Getty Images

0
SHARES
54
VIEWS

Jakarta, Propertytimes.id – Kebijakan biaya impor yang baru saja diterapkan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump berpotensi memberikan dampak negatif terhadap industri properti di Indonesia. Diketahui, Rabu petang (2/4/2025) waktu Washington, atau Kamis pagi (3/4/2025) waktu Jakarta, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan daftar tarif dasar dan bea masuk pada banyak mitra dagang negeri itu.

Dalam daftar yang disampaikan, Indonesia dikenai tarif timbal balik sebesar 32 persen. “Dalam banyak kasus, terutama dalam hal perdagangan, kawan lebih buruk daripada lawan,” kata Trump di saat mengumumkan kebijakan itu di Gedung Putih.

Meskipun kebijakan tersebut secara langsung menyasar produk impor AS, efek rambatannya diperkirakan dapat dirasakan hingga sektor properti tanah air, terutama melalui pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan biaya konstruksi.

BACA JUGA: Melirik Kekuatan Sektor Properti Asia Tenggara untuk Bertahan dari Perang Tarif AS di Era Trump

CEO Leads Property Services Indonesia, Hendra Hartono, menjelaskan bahwa kebijakan tarif impor pada prinsipnya akan mengakibatkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pelemahan rupiah ini secara langsung akan meningkatkan biaya impor berbagai komponen yang dibutuhkan dalam pembangunan properti.

“Pada prinsipnya, kebijakan tarif akan mengakibatkan pelemahan rupiah dan kenaikan harga konsumen yang berdampak pada biaya struktur, mechanical electrical komponen, dan komponen finishing,” ujar Hendra Hartono kepada propertytimes.id, Selasa (8/4).

Lebih lanjut, Hendra menilai bahwa kondisi industri properti di Indonesia sebelum penerapan tarif impor AS pun sudah menghadapi tantangan tersendiri, terutama terkait rendahnya harga sewa yang tidak sebanding dengan biaya konstruksi. Dengan adanya kebijakan tarif impor yang berpotensi menaikkan biaya konstruksi, tantangan yang dihadapi pengembang properti akan semakin berat.

“Sebelum tarif impor diterapkan, properti sudah sulit bangkit karena harga sewa sangat rendah, tidak sebanding dengan biaya konstruksi. Apalagi setelah penerapan tarif impor, biaya konstruksi akan semakin naik,” tegasnya.
Menyikapi potensi dampak negatif ini, Hendra memberikan pandangan mengenai strategi yang dapat diambil oleh para pengembang properti di Indonesia.

Menurutnya, fokus pada pembangunan properti low rise (bertingkat rendah) dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan biaya. Selain itu, langkah krusial lainnya adalah dengan memaksimalkan penggunaan produk lokal dalam pembangunan. “Terkait strategi yang bisa dilakukan adalah fokus ke pembangunan low rise, dan semakin banyak memakai produk lokal untuk mengurangi exposure biaya barang impor,” jelasnya.

BACA JUGA: Kemenangan Trump dan Dampaknya bagi Industri Properti Amerika Serikat

Kebijakan biaya impor yang diterapkan AS, meskipun tidak secara langsung menargetkan Indonesia, dapat menciptakan tekanan ekonomi global yang berujung pada pelemahan mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah. Kenaikan biaya material impor seperti baja, aluminium, keramik, dan komponen listrik akan secara signifikan meningkatkan biaya pembangunan properti. Hal ini berpotensi menunda proyek-proyek baru, menaikkan harga jual properti, dan pada akhirnya memperlambat pertumbuhan sektor properti secara keseluruhan.

Para pelaku industri properti di Indonesia diharapkan dapat mengantisipasi dampak dari kebijakan ekonomi global, termasuk kebijakan perdagangan negara-negara besar seperti AS. Karenaitu, langkah adaptasi yang harus dilakukan para pelaku usaha menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pemerintah juga diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memberikan dukungan bagi industri properti dalam menghadapi tantangan eksternal.

Tags: amerika serikatBerita Propertidonald trumpleads propertiSektor Properti Indonesiatarif dasar dan bea masuk
Previous Post

Modernland Realty Lakukan Restrukturisasi Utang Obligasi Jatuh Tempo 2025

Next Post

Bank Indonesia Perkuat Stabilisasi Nilai Tukar Akibat Tekanan Global

Next Post
Bank Indonesia Perkuat Stabilisasi Nilai Tukar Akibat Tekanan Global

Bank Indonesia Perkuat Stabilisasi Nilai Tukar Akibat Tekanan Global

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

  • Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan Sektor Properti Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung) Segera Dimulai, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Koridor Barat Bogor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapak Real Estate Indonesia Itu Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengembang Jepang Ini Akan Garap Proyek Kota Mandiri di Pinggiran Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT Leksana Komunikasi Media

Redaksi, Komunikasi, Pemasaran dan Riset :
Email : redaksi@propertytimes.id redaksi.propertytimes@gmail.com marketing@propertytimes.id

MENU

  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id

No Result
View All Result
  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id