Jakarta, Propertytimes.id – PT Adhi Karya (Persero) Tbk menyampaikan klarifikasi resmi terkait kondisi operasional dan keuangan anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP). Klarifikasi tersebut disampaikan manajemen melalui surat tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) bernomor 298/SP-VII/2026 tertanggal 28 Juli 2026.
Dilansir dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (29/7), manajemen Adhi Karya yang diwakili Direktur Portofolio Bisnis & Risiko merangkap Corporate Secretary Adhi Karya, Rozi Sparta, menjelaskan bahwa ADCP saat ini memiliki 13 proyek berjalan (on hand). Enam proyek di antaranya telah selesai dan beroperasi, mencakup empat apartemen, satu hunian tapak (landed), dan satu menara perkantoran, sedangkan sisanya masih dalam tahap pembangunan. Secara keseluruhan, portofolio proyek ADCP mencakup 9.839 unit hunian.
Manajemen menegaskan, hingga saat ini, perseroan telah mencatatkan penjualan sebanyak 5.392 unit, dimana 2.575 unit di antaranya telah diserahterimakan kepada konsumen. Selain hunian, ADCP juga telah mengembangkan aset komersial untuk menopang pendapatan berulang (recurring income), seperti gedung perkantoran Office MTH 27 seluas 12.546 meter persegi serta kawasan komersial di Cisauk Point dan Eastern Green.
“Di tengah eksekusi proyek tersebut, ADCP menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumen atas keterlambatan penyelesaian kewajiban serah terima unit. Manajemen mengungkapkan bahwa perusahaan sedang menghadapi tantangan likuiditas yang berdampak langsung pada kecepatan penyelesaian proyek di lapangan,” tulis manajemen Adhi Karya.
BACA JUGA: Hadapi Tekanan Daya Beli, Adhi Commuter Properti Fokus pada Efisiensi dan Optimalisasi Aset
Perseroan menambahkan, model bisnis berbasis Transit Oriented Development (TOD) mengharuskan korporasi menyediakan kawasan lahan di sekitar stasiun transportasi publik seperti Commuter Line, LRT, dan BRT beserta infrastruktur pendukungnya. “Kondisi pasar properti nasional yang belum sepenuhnya pulih dalam beberapa tahun terakhir turut menekan tingkat penjualan, sehingga mempengaruhi arus kas penerimaan serta kemampuan pendanaan proyek.”
Adapun, guna memenuhi hak para konsumen, ADCP menyiapkan beberapa langkah penyelesaian, diantaranya dengan menawarkan opsi relokasi unit maupun skema pinjam pakai sementara pada unit yang sudah siap huni (ready stock). Selain itu, ADCP tengah menjajaki kerja sama strategis dengan investor dan kontraktor guna mempercepat penyelesaian proyek.
Sementara itu, manajemen Adhi Karya menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat informasi atau kejadian material lain yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan maupun pergerakan harga saham emiten berkode ADHI tersebut di bursa.




