Jakarta, Propertytimes.id — Emiten properti plat merah, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) masih menghadapi tekanan pada kinerja keuangannya hingga triwulan III-2025. Di tengah situasi ekonomi makro yang belum sepenuhnya pulih, terutama akibat tekanan inflasi dan melemahnya daya beli masyarakat kelas menengah, perusahaan tetap berupaya menjaga stabilitas operasional dan memperkuat fondasi bisnis.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian triwulan III-2025, ADCP membukukan pendapatan sebesar Rp165,5 miliar dengan laba kotor Rp41 miliar. Margin laba kotor (gross profit margin) tercatat 24,7 persen, sementara laba bersih masih berada di posisi negatif Rp4,8 miliar. Kondisi tersebut disebabkan oleh belum optimalnya penjualan di segmen properti, seiring perlambatan pasar dan tekanan daya beli masyarakat.
Meski demikian, manajemen ADCP menegaskan komitmen untuk melanjutkan langkah penyehatan keuangan dan efisiensi di seluruh lini. Perseroan juga berupaya mengoptimalkan aset serta memperkuat strategi pemasaran agar lebih adaptif terhadap dinamika pasar properti saat ini.
BACA JUGA: Tekanan Margin Masih Berlanjut, Laba Bersih Adhi Commuter Properti Anjlok di Kuartal I 2025
“Fokus kami adalah menjaga kinerja keuangan yang sehat dan adaptif terhadap perubahan pasar. Setiap langkah bisnis harus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, pelanggan, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Direktur Utama ADCP dalam keterangan resminya sebagaimana dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir Oktober lalu.
Dari sisi neraca, ADCP mencatat total aset sebesar Rp6,9 triliun, dengan liabilitas Rp4,3 triliun dan ekuitas Rp2,6 triliun. Perusahaan juga mempercepat penjualan unit hunian siap huni, menawarkan kerja sama pengelolaan aset kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD), serta mengoptimalkan arus kas masuk dari proyek berjalan.
ADCP menyatakan akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional dan pengelolaan portofolio proyek yang lebih selektif. Ke depan, perusahaan berencana melanjutkan pengembangan proyek-proyek TOD serta memperbesar kontribusi pendapatan berulang (recurring income) guna menopang pertumbuhan berkelanjutan dan profitabilitas jangka panjang.





