Singapura, Propertytimes.id – Sektor properti ritel Singapura tengah diramaikan oleh langkah ekspansi sebuah kendaraan investasi baru yang dikabarkan didukung oleh Andre Tanoto, putra sulung dari konglomerat Indonesia, Sukanto Tanoto. Melalui entitas yang terafiliasi dengan Altallo Asset Management, perusahaan tersebut dilaporkan telah melakukan serangkaian akuisisi aset strategis dalam beberapa bulan terakhir dengan nilai transaksi yang mencapai ratusan juta dollar.
Dilansir dari laman portal Business Times (15/1), Altallo Asset Management secara perlahan namun pasti telah memperkuat portofolionya melalui transaksi besar yang diselesaikan pada Desember 2025 lalu. Salah satunya adalah pembelian empat unit ritel format besar milik Housing & Development Board (HDB) di lokasi strategis, meliputi; Bukit Merah Central, area dekat stasiun MRT Toa Payoh, Ang Mo Kio, dan Clementi.
Kesepakatan dengan Lian Beng Group ini dikabarkan bernilai lebih dari S$160 juta atau senilai Rp2,11 triliun, sekaligus memberikan keuntungan bagi penjual yang sebelumnya mengakuisisi aset tersebut senilai S$151 juta pada satu dekade silam. Selain aset HDB, entitas yang terkait dengan Altallo juga tengah dalam proses penyelesaian pembelian sembilan properti ritel dari grup properti JBE dengan nilai di kisaran S$90 juta atau senilai Rp1,19 triliun.
BACA JUGA: Dubai, New York, dan Singapura Jadi Kota Terbaik Dunia bagi Kalangan Kaya Raya
Portofolio ini mencakup ruang komersial di wilayah Aljunied, Hougang, Teck Whye, hingga ruko di Tampines dan Jurong West. Langkah agresif tersebut berlanjut dengan proses uji tuntas eksklusif atas 11 aset ritel tambahan milik Mercatus yang dipasarkan pada kuartal keempat 2025 dengan harga indikatif sekitar S$307 juta atau senilai Rp4 triliun.
Nama Andre Tanoto lagi-lagi muncul ke permukaan sebagai figur utama di balik pendanaan masif ini. Berdasarkan data dari portal Handshakes dan ACRA, Altallo secara resmi dimiliki oleh Roger Tan dan Seah Jun Hao. Namun, para pengamat industri meyakini bahwa kekuatan finansial utama berasal dari kelompok investor keluarga, di mana Andre Tanoto merupakan penyumbang terbesar.
Sebagai putra sulung dari pendiri Royal Golden Eagle (RGE), Sukanto Tanoto, Andre merupakan satu-satunya dari empat bersaudara yang tidak duduk di jajaran manajemen eksekutif RGE, yang fokus pada industri pulp, kertas, dan minyak sawit.
Kedekatan antara struktur investasi ini dengan Andre Tanoto juga terlihat dari Antica Foundation, organisasi kemanusiaan yang ia pimpin. Kantor yayasan tersebut diketahui berada di lantai yang sama dengan kantor Altallo Asset Management di Shaw House, Orchard Road, Singapura.
Disebut-sebut, fokus pasar saat ini tertuju pada potensi akuisisi mal i12 Katong milik Keppel. Altallo menurut kabar menjadi calon pembeli potensial dengan nilai penawaran sekitar S$370 juta, atau setara dengan S$1.750 per kaki persegi. Meskipun mal ini memiliki sisa masa sewa lahan sekitar 52,5 tahun ke depan, namun daya tarik utamanya terletak pada saran perencanaan dari otoritas terkait yang memungkinkan pengembangan ulang menjadi kawasan terpadu komersial dan hunian. Dan, jika seluruh transaksi ini terealisasi, maka Altallo akan mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain baru yang paling berpengaruh di pasar properti ritel Singapura. Source: Business Times





