Dubai, Propertytimes.id – Dubai dinobatkan sebagai kota terbaik di dunia bagi kalangan kaya raya, menurut laporan terbaru dari Savills yang dirilis pada Senin lalu. Seperti dilansir dari laman Realtor.com, Rabu (12/11), posisi Dubai berada di atas New York dan Singapura dalam laporan Savills Global Wealth Trends 2025. Keunggulan utama Dubai berasal dari beragamnya pilihan sekolah internasional yang menjadi daya tarik bagi keluarga berpenghasilan tinggi.
Savills mencatat bahwa ketiga kota tersebut, Dubai, New York, dan Singapura, menawarkan lingkungan yang mendukung dunia usaha, memiliki kerangka hukum yang kuat, pendidikan berkualitas, serta gaya hidup yang menarik bagi kalangan berpenghasilan tinggi.
Laporan tersebut diketahui menilai hampir 100 kota global yang menjadi magnet bagi individu dengan kekayaan tinggi (high-net-worth individuals) berdasarkan lima kategori, yakni lingkungan bisnis dan konsentrasi kekayaan, infrastruktur keluarga dan biaya hidup, warisan, gaya hidup, serta privasi dan keamanan.
Victoria Garrett, Kepala Divisi Residensial Global Savills, menyebutkan bahwa pemeringkatan ini memberikan gambaran jelas tentang perubahan lanskap real estat mewah di dunia. “Kami melihat semakin sedikit penjualan aset dan lebih banyak diversifikasi. Klien kami tidak menjual, mereka justru berkembang dengan menambah rumah baru, pasar baru, dan gaya hidup baru ke dalam portofolio mereka,” tulis Garrett dalam laporan tersebut.
BACA JUGA: Orang Super Kaya Singapura Serbu Properti Mewah Dubai
Adapun, lima besar destinasi utama bagi kalangan superkaya dilengkapi oleh Hong Kong dan Abu Dhabi. Bersama Singapura, kedua kota itu mencatat skor tinggi dalam hal daya saing ekonomi dan konektivitas internasional.
Sementara itu, London yang berada di peringkat ke-10 menempati posisi teratas dalam kategori gaya hidup berkat sektor kuliner, perbelanjaan, dan budaya yang berkembang pesat. Aspek gaya hidup ini disebut semakin menjadi pertimbangan utama dalam keputusan pembelian rumah oleh kalangan berpenghasilan tinggi. “Pemilik properti kini cenderung mempertahankan aset lebih lama, dengan fokus pada gaya hidup dibandingkan keuntungan cepat,” ujar Kelcie Sellers, Associate Director Savills World Research.
Selain New York, kota-kota unggulan lain di Amerika Serikat meliputi Los Angeles, Miami, San Francisco, dan Malibu, California. Di Eropa, tiga kota teratas adalah Monako, London, dan Jenewa. Savills juga menemukan bahwa meski daftar teratas masih didominasi kota metropolitan besar, kalangan ultra-kaya mulai memperluas kepemilikan properti ke kawasan pedesaan dan destinasi ski.
Beberapa di antaranya adalah Tuscany di Italia yang menempati peringkat ke-22, Jackson di Wyoming (28), Aspen di Colorado (9), dan Zermatt di Swiss (15). “Peta kekayaan global kini lebih cair, terdesentralisasi, dan tersebar secara global dibanding sebelumnya. Di mana bakat dan modal bertemu, di situlah kekayaan tumbuh,” pungkas Sellers.





