Jakarta, Propertytimes.id – Siang di Kuta, Bali, udara terasa terik seperti biasa. Namun di Beachwalk Shopping Center, hawa panas seolah tak terlalu terasa. Angin laut dari Pantai Kuta mengalir bebas di antara lorong-lorong terbuka pusat belanja itu.
Pengunjung berjalan santai, sebagian membawa kantong belanja, sebagian lagi sekadar menyusuri koridor sambil memotret sudut-sudut bangunan yang dipenuhi tanaman tropis menggunakan ponsel mereka.
Di pusat perbelanjaan dengan konsep semi-outdoor berlantai 4 yang terinspirasi dari sawah terasering ini, tidak ada langit-langit rendah yang menekan. Tidak pula ruang tertutup dengan pendingin udara. Pemandangan ikonik menaungi jalur pejalan kaki, sementara arsitektur bangunan dibuat berlapis-lapis mengikuti kontur lahan.
Di beberapa sudut, wisatawan asing dengan celana pendek dan sandal jepit duduk santai, berdampingan dengan pengunjung yang baru keluar dari butik internasional terkemuka. Ketika mal di banyak kota besar di Indonesia tampil sebagai kotak kaca yang rapat dan dingin, Beachwalk yang menempati lahan seluas 3,7 hektar di tepi pantai Kuta tersebut justru seolah membiarkan alam berbaur ke dalamnya. Angin, cahaya matahari, dan ruang terbuka menjadi bagian dari pengalaman berbelanja.
Bagi PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), atau dikenal dengan branding Paradise Indonesia, Beachwalk bukan sekadar proyek komersial biasa. Lebih dari itu, kawasan ini menjadi penanda cara perusahaan melihat bisnis properti, bukan hanya sebagai bangunan yang disewakan, melainkan ruang yang hidup sekaligus dapat berinteraksi dengan lingkungannya.
BACA JUGA: Strategi Ekspansi dan Optimisme Paradise Indonesia di Tahun 2025
Di tempat seperti ini, batas antara ruang publik dan ruang komersial menjadi kabur. Orang datang tidak selalu untuk berbelanja. Ada yang sekadar berjalan, duduk, atau menikmati suasana sore menjelang matahari tenggelam di Pantai Kuta. Paradigma semacam itulah yang sejak awal menjadi pijakan Paradise Indonesia.
**
Sejak berdiri pada 2002 silam, Paradise Indonesia diketahui terus membangun reputasinya melalui pengembangan destinasi gaya hidup di berbagai kota. Hotel, pusat belanja, hingga kawasan komersial dirancang bukan sekadar sebagai proyek properti, melainkan bagian dari ekosistem aktivitas kota.
Setelah sukses di beberapa kota besar di Pulau Jawa dan Bali, pendekatan serupa kini mulai bergeser ke arah timur Indonesia. Salah satu titik yang tengah disiapkan adalah Balikpapan, tepatnya di Jalan Manuntung– salah satu jalur penting di kota tersebut. Di sini, Paradise Indonesia mengembangkan kawasan komersial di atas lahan seluas delapan hektar yang menjadi distrik urban pertama bertajuk 88 Plaza.





