Hongkong, Propertytimes.id – Gaji para pekerja sektor real estat di Hong Kong mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2024, dengan rata-rata kenaikan sebesar $50.000 dollar Hongkong atau sebesar Rp100 juta. Namun, di balik angka yang menggiurkan ini, tingkat kepuasan kerja justru menurun, sehingga memicu kekhawatiran tentang kesejahteraan dan motivasi para profesional di industri ini.
Dilansir dari laman portal hongkongbusiness.hk, laporan terbaru dari Macdonald & Company mengungkapkan bahwa gaji tahunan rata-rata pekerja real estat di Hong Kong mencapai $600.000 atau setara dengan Rp1,2 miliar pada tahun 2024. Angka ini menandai kenaikan rata-rata sebesar $50.000 dibandingkan tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Pelonggaran Kuantitatif Dongkrak Harga Properti Mewah di Hongkong
Yang menarik, meskipun gaji meningkat, namun hanya 40% profesional yang menyatakan puas dengan paket tunjangan yang mereka terima. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kompensasi finansial dan harapan pekerja terkait manfaat tambahan yang mereka dapatkan.
Selain itu, tingkat perasaan dihargai di kalangan karyawan juga mengalami penurunan. Hanya 62% yang merasa dihargai dalam peran mereka, atau turun 9% dari tahun lalu. Isu-isu seperti pengakuan kinerja dan peluang pengembangan karier menjadi semakin penting bagi para pekerja.
Laporan tersebut juga menyoroti tingginya tingkat mobilitas kerja di sektor ini. Sebanyak 51% profesional real estat global menyatakan kemungkinan akan berganti pekerjaan dalam 12 bulan ke depan. Tren ini terutama terlihat di kalangan lulusan baru (fresh graduate) dan karyawan tingkat pemula, di mana 30% merasa bahwa pengaturan kerja yang fleksibel menghambat kemajuan karier mereka.
Penulis: Rizki





