Jakarta, Propertytimes.id – Emiten properti berbasis transportasi massal, PT Adhi Commuter Properti Tbk, resmi menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi III Adhi Commuter Properti Tahun 2023. Berdasarkan laporan per 31 Desember 2025 yang dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/1), perusahaan berkode saham ADCP ini telah menyerap seluruh dana bersih yang diperoleh dari publik untuk keperluan refinancing dan modal kerja perusahaan.
Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti Tbk, Achmad Wachid Abdullah, dalam surat resminya kepada BEI menjelaskan bahwa penawaran umum yang efektif pada 30 November 2023 tersebut berhasil menghimpun jumlah hasil penawaran sebesar Rp499.900.000.000. Setelah dikurangi biaya penawaran umum yang mencapai Rp8.821.441.409, perusahaan mengantongi hasil bersih senilai Rp491.078.558.591.
BACA JUGA: Adhi Commuter Properti Perpanjang Jatuh Tempo Obligasi Rp100 Miliar Hingga 2027
Dalam rincian rencana penggunaan dana, pengembang plat merah ini membagi alokasi menjadi dua bagian utama yang kini seluruhnya telah terealisasi secara penuh, yaitu sebesar Rp229.923.200.000 digunakan untuk membiayai kembali kewajiban keuangan atau refinancing. Sementara itu, sisanya sebesar Rp261.155.358.591 dialokasikan untuk memperkuat modal kerja perusahaan guna mendukung operasional dan pengembangan proyek-proyek properti di kawasan TOD (Transit Oriented Development).
Berdasarkan data rincian biaya emisi, pengeluaran terbesar dialokasikan untuk jasa penjamin emisi sebesar Rp2.499.500.000. Komponen biaya lainnya mencakup jasa konsultan hukum senilai Rp1.933.872.535, jasa notaris sebesar Rp 1.903.182.052, serta biaya lain untuk keperluan publikasi dan pendaftaran kepada otoritas terkait. Pelaporan ini sekaligus memenuhi kewajiban yang diatur dalam POJK Nomor 40/2025 tentang Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.





