Batang, Propertytimes.id – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Batang, yang dikenal sebagai “Industropolis”, pada Kamis (20/3/2025) lalu. Kawasan seluas 4.300 hektar ini ditargetkan menjadi pusat industri modern berbasis ekspor, menyerap tenaga kerja massal, dan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa KEK Industri Batang akan menjadi “game changer” bagi perekonomian Indonesia, menarik investasi besar, dan menciptakan ribuan lapangan kerja. “Ini adalah bukti komitmen pemerintah dalam membangun industri berkelanjutan,” ujar Prabowo, optimis.
Pengembangan KEK Industropolis Batang merupakan transformasi dari Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, yang sebelumnya diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2022 tentang Percepatan Investasi Melalui Pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang di Provinsi Jawa Tengah.
BACA JUGA: PR Besar Menteri Perumahan di Kabinet Prabowo- Gibran
Terletak di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, KEK Industri Batang merupakan kawasan industri terintegrasi dengan fasilitas lengkap, termasuk pelabuhan dalam (deep sea port), kawasan logistik, dan zona industri hijau (eco-industrial park). Kawasan ini dirancang untuk mendukung investasi di sektor manufaktur, otomotif, elektronik, tekstil, dan energi terbarukan.
Sebelum menjadi Kawasan Ekonomi Khusus(KEK) Kawasan Industri Terpadu Batang yang dikenal juga sebagai Grand Batang City, pengembang dari proyek ini adalah PT Kawasan Industri Terpadu Batang yang merupakan bentuk kerjasama dari pemerintah dan PT. Perkebunan Nusantara IX. Kawasan Industri Terpadu Batang sendiri adalah Proyek Strategis Nasional dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dalam hal pembangunan, pemasaran, operasional, infrastruktur, dan pelayanan.
KEK Industropolis Batang memiliki lokasi strategis di Pantura Jawa serta dekat dengan jalur distribusi utama Jakarta-Semarang-Surabaya dan pelabuhan internasional. Kawasan ini juga beberapa keunggulan lainnya seperti insentif fiskal berupa pembebasan pajak hingga 20 tahun, kemudahan perizinan, dan fasilitas bea masuk untuk bahan baku industri. Konsep industri hijau juga diterapkan dengan teknologi ramah lingkungan, sistem pengolahan limbah terpadu, dan energi terbarukan.
BACA JUGA: Pembangunan di Kawasan Ekonomi Khusus Lido Disegel Kementerian Lingkungan Hidup
Proyek ini diprediksi akan menyerap 50 ribu tenaga kerja langsung dan menarik investasi senilai Rp 150 triliun dalam lima tahun ke depan. Beberapa perusahaan global seperti Toyota, LG Chem, dan Panasonic telah menyatakan minat untuk membangun pabrik di kawasan ini.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum telah mengalokasikan total anggaran sebesar Rp3,85 triliun untuk mendukung pengembangan kawasan ini. Dukungan ini meliputi pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sepanjang 50,2 km dengan anggaran Rp1,82 triliun, akses jetty senilai Rp194,1 miliar, serta pematangan lahan seluas 400 hektare dengan biaya Rp514,3 miliar.
Dari sisi pengelolaan sumber daya air, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana juga telah menyelesaikan pembangunan drainase utama (long storage) berkapasitas 105.000 m³ untuk mengendalikan banjir di area seluas 450 hektare, serta embung dan reservoir dengan total kapasitas 1.041.802 m³. Infrastruktur air baku ini, yang dibangun dengan biaya Rp409,7 miliar, mampu menyediakan hingga 285 liter per detik untuk kebutuhan industri dan masyarakat di sekitar kawasan.
“Kami juga memastikan bahwa pengelolaan lingkungan menjadi prioritas. Dengan biaya Rp344 miliar, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berkapasitas 18.000 m³/hari telah dibangun menggunakan teknologi ramah lingkungan Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) dan dilengkapi jaringan perpipaan sepanjang 18 km. Selain itu, Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) dengan kapasitas 35 ton per hari juga telah selesai dibangun dengan anggaran Rp21,9 miliar,” jelas Dody, dilansir dari laman portal pu.go.id.
BACA JUGA: Kementerian PU Siapkan 393 Posko dan Diskon Tarif Tol 20% di Musim Mudik Lebaran 2025
Untuk mendukung kebutuhan hunian pekerja, Menteri Dody menyebutkan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Perumahan telah membangun 10 tower rumah susun tipe barak berkapasitas 2.620 orang dengan anggaran Rp351,9 miliar. Hunian ini tidak hanya mendukung efisiensi para pekerja tetapi juga memperkuat ekosistem industri di kawasan ini.
“KEK Industropolis Batang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi regional hingga 8 persen. Kementerian Pekerjaan Umum akan terus berkomitmen mendukung visi besar Indonesia menjadi negara maju melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya





