Property Times
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
Property Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
Home Headline

Trinland Jelaskan Mengenai Penambahan Saham Keponakan Prabowo dan Lonjakan Harga Saham

Redaksi by Redaksi
January 22, 2026
in Headline, Indonesia Stock Exchange, News, Property Developer, Real Estate, Saham Properti
0
Pengembang Perintis Triniti Properti Tanggapi Permintaan Penjelasan Lanjutan dari BEI

PT Perintis Triniti Properti Tbk

0
SHARES
38
VIEWS

Jakarta, Propertytimes.id – Emiten properti PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) memberikan klarifikasi resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas harga saham perseroan yang meningkat signifikan sejak Oktober 2025. Dalam penjelasannya, manajemen menyatakan bahwa lonjakan harga saham hingga 14,9 kali lipat dibandingkan harga pembukaan per 1 Oktober 2025 merupakan respons pasar terhadap dinamika perdagangan.

Pengembang dengan branding Trinland ini menegaskan tidak ada kebocoran informasi material dari internal sebelum pengumuman masuknya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sebagai Komisaris Utama pada Desember 2025. Rahayu Saraswati diketahui merupakan putri dari Hashim Djojohadikusumo sekaligus keponakan Presiden RI Prabowo Subianto.

Dilansir dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (21/1), Direktur Utama Trinland, Ishak Chandra, mengungkapkan bahwa penambahan kepemilikan saham oleh Rahayu Saraswati dilakukan melalui mekanisme pasar secara bertahap.

BACA JUGA: Trinitiland Bakal Lepas Saham Buyback

Adapun, transaksi tahap pertama telah terlaksana pada 16 Desember 2025 dengan harga pelaksanaan Rp200 per lembar saham. Transaksi ini melibatkan pelepasan saham dari pemegang saham utama, yakni PT Kunci Daud Indonesia (KDI) dan PT Intan Investama Internasional (III), kepada entitas investasi yang dikendalikan oleh Rahayu.

Berdasarkan data laporan per 15 Januari 2026, porsi saham pengendali Trinland mengalami penurunan sebesar 9 persen dari posisi semula 72,07 persen menjadi 63,07 persen. Di sisi lain, kepemilikan saham masyarakat atau free float meningkat menjadi 22,26 persen per 31 Desember 2025. Pihak perseroan menjelaskan bahwa kepemilikan tidak langsung Rahayu melalui PT Raksaka Satya Devya sebesar 4 persen dan PT Rada Saraswati Surya sebesar 1 persen dikategorikan sebagai bagian dari free float karena sifat kepemilikannya yang minoritas dan tidak memiliki hak khusus.

Menanggapi permintaan penjelasan dari Bursa, manajemen Trinland mengakui bahwa saat ini perseroan belum memiliki kebijakan tertulis mengenai blackout period atau periode dilarangnya transaksi oleh orang dalam (insider) saat ada informasi material yang belum dipublikasikan. Namun, manajemen berkomitmen untuk segera merumuskan kebijakan tersebut sebagai langkah penguatan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

Menurut manajemen, langkah strategis menggandeng Rahayu Saraswati diharapkan dapat memperkuat visi perseroan dalam pengembangan proyek-proyek berkelanjutan, seperti green development, logistics park, pusat data, hingga hospitalitas mewah. Saat ini, beberapa proyek baru yang dibawa oleh Rahayu masih dalam tahap tinjauan internal manajemen sebelum diproses lebih lanjut sesuai ketentuan pasar modal.

 

Tags: bursa efek indonesiaFree Floatharga sahamPropertiPT Perintis Triniti Properti TbkRahayu Saraswatitata kelola perusahaantransaksi sahamTRIN
Previous Post

Adhi Commuter Properti Laporkan Realisasi Dana Obligasi III, Seluruh Dana Terserap 100 Persen

Next Post

Standar Kredit Melonggar di Akhir Tahun 2025, Kredit Properti Tumbuh Stabil

Next Post
BP Tapera Siap Salurkan 220.000 Unit Rumah Mulai Januari 2025, Sesuai Target Pemerintah

Standar Kredit Melonggar di Akhir Tahun 2025, Kredit Properti Tumbuh Stabil

Terpopuler

  • Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tatar Bungawari, Manifestasi Wellness dan Kematangan 25 Tahun Kota Baru Parahyangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan Sektor Properti Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung) Segera Dimulai, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Koridor Barat Bogor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapak Real Estate Indonesia Itu Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT Leksana Komunikasi Media

Redaksi, Komunikasi, Pemasaran dan Riset :
Email : redaksi@propertytimes.id redaksi.propertytimes@gmail.com marketing@propertytimes.id

MENU

  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id

No Result
View All Result
  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id