Jakarta, Propertytimes.id – Emiten properti, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) berencana mengalihkan saham treasury atau saham hasil pembelian kembali (buyback) yang dimiliki perusahaan. Rencana pelepasan saham senilai hingga ratusan miliar rupiah ini akan dimulai pada Senin, 15 Desember 2025, sesuai dengan keterbukaan informasi yang dirilis melalui Bursa Efek Indonesia, Senin (8/12).
Berdasarkan dokumen tersebut, emiten properti itu menargetkan pengalihan sebanyak-banyaknya 199.000.000 lembar saham. Saham-saham ini berasal dari program buyback yang pernah dijalankan perusahaan pada Februari-Maret 2022, di mana TRIN membeli kembali 199 juta saham.
BACA JUGA: Jawab Permintaan Penjelasan BEI, Triniti Land Beberkan Progress Proyek dan Strategi Kelola Utang
Sebelumnya, pada 11 November 2025, Perseroan telah mengalihkan sebagian saham treasury tersebut sebanyak 15.513.600 lembar kepada masyarakat. Dengan transaksi yang akan datang, total saham hasil buyback yang tersisa dan siap dialihkan adalah 183.486.400 lembar.
Pelaksanaan pengalihan akan dilakukan melalui PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, baik melalui penjualan di pasar reguler Bursa maupun di luar Bursa. Harga penjualan akan mengikuti ketentuan pasar yang berlaku. Proses ini tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), merujuk pada aturan OJK No. 29 Tahun 2023.
Dalam penjelasannya, Perseroan menyatakan langkah ini bertujuan memperkuat keyakinan terhadap nilai jangka panjang dan prospek perusahaan, sekaligus menjaga stabilitas pasar serta kepercayaan pemangku kepentingan. Perusahaan meyakini aksi korporasi ini tidak akan berdampak negatif pada pendapatan dan kinerja keuangan.





