Singapura, Propertytimes.id – Kawasan Asia-Pasifik (APAC) kini resmi bertransformasi dari pasar berkembang menjadi mesin utama pertumbuhan data center atau pusat data global. Berkat lonjakan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan kebutuhan internet yang terus melonjak, pasar infrastruktur digital di Asia kini bahkan mulai menyalip dominasi negara-negara Barat.
Mengutip laporan dari Datacentremagazine, Rabu (11/2), membangun pusat data di Asia bukanlah perkara gampang. Para pemain besar harus memutar otak untuk menghadapi aturan hukum yang berbeda-beda di tiap negara, sambil tetap menyediakan teknologi pendingin canggih agar mesin tidak kepanasan ketika beroperasi di iklim tropis. Berikut adalah 10 perusahaan data center yang saat ini menguasai wilayah Asia Pasifik;

AirTrunk (Australia)
AirTrunk adalah juaranya hyperscale (skala raksasa). Perusahaan asal Australia ini fokus membangun fasilitas super besar untuk perusahaan teknologi raksasa dunia. Dengan nilai perusahaan mencapai US$16,1 miliar, mereka sukses membangun markas data di Sydney, Tokyo, hingga Singapura yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan AI.
NTT Global Data Centers (Jepang)
Nama NTT sudah tidak asing lagi di dunia telekomunikasi. Keunggulan mereka adalah jaringan fisik yang sangat luas di seluruh Asia. Saat ini, NTT sedang gencar membangun kampus “Maikai” di Jepang serta memperluas jangkauan di India dan Asia Tenggara dengan target bebas emisi pada 2030.
BACA JUGA: Pasar Data Center Indonesia Diprediksi Tembus USD3,48 Miliar di 2031
STT GDC (Singapura)
ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC) tumbuh sangat cepat hanya dalam waktu singkat. Mereka punya fondasi kuat di pasar India, Thailand, dan Korea Selatan. Fokus utama mereka adalah operasional yang ramah lingkungan dan teknologi pendingin yang efisien.





