Bekasi, Propertytimes.id – Pemerintah mulai merealisasikan Program 3 Juta Rumah melalui pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Proyek ini menjadi model kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pembiayaan untuk menekan backlog perumahan sekaligus mengoptimalkan efisiensi pemanfaatan lahan melalui hunian vertikal.
Peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek ini turut dihadiri Utusan Khusus Presiden sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani.
Hadir pula pendiri Lippo Group Mochtar Riady, Ketua Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) James Riady, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya N. Bakrie, serta sejumlah kepala daerah dan perwakilan kementerian terkait.
Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan, proyek ini merupakan hasil sinergi intensif selama dua bulan terakhir antara pemerintah dan pihak swasta. Ia mengapresiasi dukungan Lippo Group dan Danantara Indonesia dalam mempersiapkan lahan serta skema pembangunan.
BACA JUGA: Groundbreaking Rusun Subsidi di Meikarta Ditargetkan 8 Maret Mendatang
“Kami mengapresiasi kerja keras tim dari Lippo Group dan Danantara serta tim PKP. Kami juga berterima kasih kepada Bapak Mochtar Riady atas dukungan dan kontribusinya bagi pembangunan perumahan rakyat,” ujar Maruarar sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian PKP, Minggu (8/3).
Maruarar menegaskan, aspek kepastian hukum menjadi landasan utama sebelum proyek ini dijalankan. Pihaknya telah melakukan konsultasi intensif dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memastikan seluruh proses berjalan transparan.
“Saya datang langsung ke KPK untuk memastikan semuanya clear and clean. Hal ini penting demi memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, perbankan, maupun para pengembang,” tuturnya.
Pilihan membangun hunian secara vertikal di atas lahan seluas 30 hektare ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 141.000 unit hunian. Maruarar membandingkan, apabila jumlah unit yang sama dibangun dalam bentuk rumah tapak, setidaknya dibutuhkan lahan seluas 1.200 hektare.
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menilai proyek di Meikarta ini sebagai proyek teladan. Menurut dia, sektor properti memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional karena menggerakkan sekitar 185 sektor usaha terkait lainnya.
Sementara itu, CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyatakan komitmennya dalam mendukung pembiayaan. Pada tahap awal, pembangunan akan dilakukan di atas lahan seluas 12,8 hektare dengan rencana 18 menara hunian setinggi 32 lantai. Total investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp14 triliun hingga Rp16 triliun.
Selain di Bekasi, pemerintah juga tengah mengidentifikasi potensi serupa di wilayah Depok, Jawa Barat. Salah satunya adalah pemanfaatan lahan milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) seluas 45 hektare yang diperkirakan mampu menampung sekitar 170.000 unit hunian.





