Property Times
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
Property Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
Home Apartment

Jawab Permintaan Penjelasan BEI, Triniti Land Beberkan Progress Proyek dan Strategi Kelola Utang

Redaksi by Redaksi
November 28, 2025
in Apartment, Headline, Korporasi, News, Property Developer
0
Pengembang Perintis Triniti Properti Tanggapi Permintaan Penjelasan Lanjutan dari BEI

PT Perintis Triniti Properti Tbk

0
SHARES
36
VIEWS

Jakarta, Propertytimes.id – Emiten properti PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) menyampaikan tanggapan resmi atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai perkembangan proyek, kondisi keuangan, dan strategi perusahaan. Penjelasan tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi BEI yang dilansir, Kamis (27/11).

Dalam suratnya, manajemen TRIN merinci progress terkini dari empat proyek utama perusahaan. Proyek Collins Boulevard di Tangerang saat ini fokus pada pembangunan Tower II yang ditargetkan topping off dan selesai pada 2026. Sementara, Holdwell Business Park di Lampung ditargetkan topping off pada Kuartal I 2026.

Untuk proyek Sequoia Hills di Sentul, Bogor, serah terima unit untuk Cluster II dan III ditargetkan mulai pada Kuartal III dan IV 2026, dengan penyelesaian penuh kawasan diproyeksikan pada 2030. Adapun Marc’s Boulevard di Batam sedang dalam tahap finishing dan menargetkan serah terima unit landed house dan shophouse mulai Kuartal I dan II 2026.

Dari sisi penjualan, total nilai pengembangan (GDV) seluruh proyek TRIN mencapai sekitar Rp21,05 triliun. Hingga laporan keuangan 30 September 2025, pendapatan yang telah diakui baru bersumber dari proyek Collins Boulevard sebesar Rp175,3 miliar, dengan sisa pendapatan yang belum diakui dari proyek tersebut diperkirakan sebesar Rp1,3 triliun.

BACA JUGA: Tanggapi Bursa, Triniti Land Tegaskan Tidak Ada Kontrak Baru Signifikan

Perusahaan juga menjelaskan beberapa perubahan signifikan dalam laporan keuangannya. Peningkatan piutang pihak berelasi disebut akibat pemberian pinjaman kepada JO Triniti Sentul untuk pendanaan proyek. Sementara, kenaikan aset tetap disebabkan reklasifikasi bangunan senilai Rp57 miliar yang sebelumnya dicatat sebagai persediaan, karena aset tersebut kini dialihkan untuk mendukung operasional jangka panjang.

TRIN mengaku telah melakukan restrukturisasi utang dengan memindahkan sebagian utang jangka pendek menjadi jangka panjang melalui fasilitas pinjaman dengan Bank Panin. Langkah ini disebut untuk menyesuaikan arus kas dan mengurangi tekanan likuiditas.

Menyikapi akumulasi kerugian yang membayangi kelangsungan usaha, manajemen menyatakan sejumlah langkah mitigasi. Perusahaan menargetkan pertumbuhan marketing revenue sebesar Rp1,8 triliun pada 2025, yang hingga September lalu telah tercapai 53%-nya atau setara Rp946 miliar. Jika target efisiensi dan penjualan tidak tercapai, perusahaan akan meninjau ulang strategi pemasaran dan struktur biaya operasional.

Mengenai rencana aksi korporasi dan masuknya strategic partner, TRIN menyatakan bahwa prosesnya masih dalam pembahasan internal dan terhambat oleh kondisi suspensi saham perusahaan. Perusahaan berjanji akan mengumumkan informasi lebih lanjut secara tepat waktu jika telah ada keputusan final yang dapat diungkapkan kepada publik.

Terakhir, TRIN menjelaskan keterlibatannya dalam pengembangan Proyek Sequoia Hills pasca divestasi anak usahanya, PT Triniti Garam Properti (TGP). Perusahaan menyatakan masih berpartisipasi melalui joint operation (JO) Triniti Sentul bersama PT Sentul Golf Utama. Dalam JO ini, TRIN bertanggung jawab atas penyediaan dana modal kerja dan pengelolaan proyek, yang dananya bersumber dari lembaga keuangan bank. Pendapatan dari JO ini diakui menggunakan metode ekuitas, ditambah dengan pendapatan fee manajemen dan konsultasi teknik.

Tags: Analisa Sahambursa efek indonesiadeveloper propertilaporan keuanganProyek Propertirestrukturisasi utangRUPSLBStrategic Partnersuspensi sahamTriniti Properti
Previous Post

Properti Indonesia Award 2025, Menteri PKP Soroti Ketahanan dan Inovasi Industri Properti

Next Post

Kasasi MA Kukuhkan Kepastian Hukum Aset DIRE Ciptadana Properti Padjajaran

Next Post
Kasasi MA Kukuhkan Kepastian Hukum Aset DIRE Ciptadana Properti Padjajaran

Kasasi MA Kukuhkan Kepastian Hukum Aset DIRE Ciptadana Properti Padjajaran

Terpopuler

  • Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan Sektor Properti Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung) Segera Dimulai, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Koridor Barat Bogor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapak Real Estate Indonesia Itu Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengembang Jepang Ini Akan Garap Proyek Kota Mandiri di Pinggiran Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT Leksana Komunikasi Media

Redaksi, Komunikasi, Pemasaran dan Riset :
Email : redaksi@propertytimes.id redaksi.propertytimes@gmail.com marketing@propertytimes.id

MENU

  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id

No Result
View All Result
  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id