Dubai, Propertytimes.id – Sektor real estat di Dubai, Uni Emirat Arab, menunjukkan ketahanan yang stabil di tengah dinamika kondisi global yang penuh ketidakpastian. Alih-alih menarik diri dari pasar, para calon pembeli kini cenderung lebih cermat dan terukur dalam mencari peluang investasi di kawasan-kawasan utama.
Laporan terbaru dari portal properti Bayut mencatat bahwa aktivitas pencarian properti sepanjang Maret 2026 menunjukkan pola yang menarik. Meskipun volume pencarian sedikit terkoreksi dibandingkan Januari 2026, namun keterlibatan calon pembeli terhadap listing penjualan tetap aktif dengan fokus yang lebih tajam pada komunitas inti.
Dilansir dari Economy Middle East pada Rabu (8/4/2026), fenomena ini mencerminkan pola pikir investor yang justru menjadi lebih perhatian terhadap peluang yang mungkin terlewatkan pada siklus pasar sebelumnya. Alhasil, kondisi pasar saat ini memicu pencarian nilai aset yang lebih dalam, terutama bagi mereka yang memiliki likuiditas namun belum sempat mengambil keputusan pada masa pascapandemi.
Vice President of Property Sales Bayut, Fibha Ahmed, menjelaskan bahwa periode ketidakpastian sering kali mendorong pendekatan yang lebih matang ketimbang penghentian aktivitas secara total. Menurut dia, saat ini terjadi pola pencarian yang lebih sengaja, di mana pembeli dan penyewa fokus pada komunitas spesifik, jenis unit, serta segmen harga yang selaras dengan rencana jangka panjang mereka.
BACA JUGA: Konflik Timur Tengah Memanas, Kejayaan Properti Dubai Terancam Berakhir?
Dalam kategori pilihan hunian, apartemen masih mendominasi aktivitas pencarian dengan kontribusi sekitar dua pertiga dari total tayangan listing penjualan. Hal ini memperkuat posisi apartemen sebagai penggerak utama permintaan di Dubai, terutama bagi pembeli yang mencari titik masuk pasar yang lebih terjangkau dengan kegunaan jangka panjang yang jelas.
Data menunjukkan bahwa Jumeirah Village Circle tetap menjadi kawasan yang paling diminati, diikuti oleh Dubai Marina, Business Bay, Downtown Dubai, dan Dubai Creek Harbour. Di sisi lain, kawasan premium seperti Palm Jumeirah mulai mengalami sedikit peningkatan pangsa permintaan, yang mengindikasikan adanya pergeseran minat pembeli ke segmen mapan yang sebelumnya dianggap sulit dijangkau.
Preferensi unit juga menunjukkan arah yang kian jelas. Apartemen dengan satu dan dua kamar tidur mencakup 74 persen dari total permintaan, jauh melampaui tipe studio yang hanya mencatatkan angka 15 persen. Kecenderungan ini menandakan bahwa pasar lebih meminati konfigurasi hunian yang praktis dan layak huni untuk jangka menengah bagi keluarga maupun profesional.
Kondisi serupa terjadi pada segmen vila, meskipun volumenya lebih kecil dibandingkan apartemen. DAMAC Hills 2 memimpin minat pencarian, diikuti oleh Dubai Hills Estate dan Al Furjan. Di sektor ini, unit dengan tiga dan empat kamar tidur paling banyak dicari dengan porsi mencapai 76 persen, sementara minat terhadap vila dengan lima kamar tidur juga merangkak naik.
Secara keseluruhan, tren ini mengindikasikan bahwa pasar real estat Dubai tidak sedang melambat, melainkan sedang melakukan rekalibrasi. Meskipun kondisi eksternal memengaruhi sentimen pasar, keterlibatan investor tetap tinggi melalui pemilihan lokasi-lokasi yang memiliki rekam jejak performa yang baik. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa pembeli terus melakukan perbandingan dan interaksi dengan pemahaman yang lebih tajam mengenai nilai investasi mereka.





