Jakarta, Propertytimes.id – Pasar properti residensial menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang 2024. Data dari Pinhome Indonesia Residential Market Report 2024 & Outlook 2025 mencatat peningkatan tajam permintaan, terutama pada segmen rumah sederhana hingga menengah. Di wilayah Jabodetabek, transaksi rumah menengah atas (harga Rp600 juta hingga Rp3 miliar) melonjak drastis: Jakarta Timur mencatatkan kenaikan hingga 433% secara tahunan, sementara Bekasi Raya naik 68%.
Tren permintaan tidak berhenti di segmen menengah. Setelah pengumuman pemenang Pemilu pada kuartal kedua 2024, pencarian rumah mewah—dengan harga di atas Rp3 miliar—juga mengalami lonjakan 30% dibandingkan kuartal sebelumnya (Q1 2024). Pertumbuhan ini bahkan lima kali lipat lebih tinggi dibandingkan peningkatan pada segmen rumah sederhana dan menengah.
Kedua lonjakan ini mengindikasikan bahwa pergerakan pasar hunian bukan semata-mata dipengaruhi faktor musiman seperti tahun politik, melainkan mencerminkan perubahan struktural dalam pola konsumsi masyarakat. Pembelian rumah kian dilihat sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang, seiring naiknya kelas menengah dan bertumbuhnya kepercayaan konsumen.
“Peningkatan minat terhadap hunian menengah dan mewah menunjukkan adanya pergeseran dalam aspirasi kepemilikan rumah. Ini bukan lagi soal tempat tinggal semata, tapi bagian dari perencanaan finansial masyarakat urban,” ujar Head of Research dari salah satu konsultan properti di Jakarta.
Merespons tren ini, sejumlah pelaku industri mulai menyasar segmen rumah menengah ke atas secara lebih agresif. Salah satunya adalah APEX, kantor agen properti yang baru diluncurkan pada Mei 2025. Didukung oleh platform Pinhome, APEX memfokuskan diri pada penyediaan layanan jual-beli rumah menengah dan mewah dengan pendekatan teknologi dan ekosistem digital.
APEX menawarkan jaringan luas kepada agen independen dan konsumen, termasuk akses ke lebih dari 40.000 agen properti melalui sistem co-broke, serta kemudahan transaksi, mulai dari pencarian properti hingga pengurusan KPR. Konsumen juga mendapatkan keuntungan dari proses negosiasi harga dan layanan agen bersertifikasi.
Hadirnya layanan baru seperti APEX menunjukkan bagaimana industri properti Indonesia tengah memasuki fase konsolidasi dan profesionalisasi, didorong oleh teknologi serta perubahan perilaku konsumen yang semakin selektif dan strategis dalam bertransaksi.
Dengan indikator-indikator pertumbuhan yang kuat, pasar hunian diproyeksikan akan terus berkembang pada 2025, terutama di segmen menengah dan mewah, yang kini menjadi tulang punggung baru dalam peta permintaan properti nasional.





