Property Times
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
Property Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
Home Business

Lyon Investments Tingkatkan Tawaran Akuisisi Sinarmas Land di Bursa Singapura

Redaksi by Redaksi
May 14, 2025
in Business, Commercial, Corporate Culture, Headline, Korporasi, News, Trend, World
0
Lyon Investments Tingkatkan Tawaran Akuisisi Sinarmas Land di Bursa Singapura
0
SHARES
13
VIEWS

Singapura, Propertytimes.id – Perusahaan investasi Lyon Investments akhirnya meningkatkan tawaran untuk membeli saham Sinarmas Land yang terdaftar di Bursa Singapura (SGX) sebesar 21%, dari 31 sen menjadi 37,5 sen Singapura per saham. Dilansir dari laman portal berita The Straits Times, langkah ini diambil setelah kritik dari pemegang saham minoritas yang menilai tawaran sebelumnya terlalu rendah.

Dengan peningkatan ini, maka nilai total akuisisi mencapai sekitar S$1,6 miliar atau sekitar Rp19 triliun (dengan asumsi kurs S$1 = Rp11.875). Penutupan penawaran juga diperpanjang dari 14 Mei menjadi 29 Mei 2025.

Diketahui, Sinarmas Land adalah salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia dan bagian dari konglomerat Sinarmas yang juga memiliki Golden Agri-Resources. Per 9 Mei, Lyon Investments telah menerima persetujuan dari pemegang saham yang mewakili 23,85% saham Sinarmas Land, sehingga total kepemilikan mereka mencapai 94,15%. Dengan tingkat kepemilikan ini, free float Sinarmas Land turun di bawah 10%, yang dapat menyebabkan suspensi perdagangan sahamnya di SGX sesuai dengan peraturan pencatatan.

BACA JUGA: Kolaborasi dengan Vasanta Group, Sinar Mas Land Siap Gebrak Pasar Hunian Premium di Sawangan

Sebelumnya, tawaran awal untuk memprivatisasi Sinarmas Land diumumkan pada 27 Maret 2025 dengan harga 31 sen per saham, atau sekitar S$1,32 miliar (sekitar Rp15,7 triliun). Alasan yang dikemukakan adalah rendahnya likuiditas perdagangan saham perusahaan. Pemegang saham yang telah menerima tawaran awal tidak perlu mengambil tindakan lebih lanjut, karena mereka akan otomatis menerima harga yang lebih tinggi.

Penilaian oleh penasihat keuangan independen, W Capital Markets, menyatakan bahwa tawaran tersebut “tidak adil tetapi masuk akal”, dengan nilai saham Sinarmas Land antara 35 sen hingga 36,1 sen. Namun, Asosiasi Investor Sekuritas Singapura (SIAS) menyatakan bahwa banyak pemegang saham minoritas merasa tidak puas dengan tawaran 31 sen per saham, yang dianggap terlalu rendah dibandingkan nilai aset bersih per saham sebesar 85 sen per 31 Desember 2024.

Tawaran ini terjadi di tengah tren privatisasi perusahaan di Singapura pada 2025, dengan setidaknya sembilan perusahaan lain mengumumkan rencana delisting. Dua perusahaan, Japfa dan Paragon Real Estate Investment Trust, telah menerima tawaran untuk menjadi perusahaan privat dan akan dikeluarkan dari bursa. Langkah keluarga Widjaja ini mencerminkan strategi untuk memperkuat kendali atas aset-aset utama mereka dan menanggapi kekhawatiran pemegang saham minoritas mengenai valuasi perusahaan. Propertytimes/The Straits Times

Tags: Bursa Singapura (SGX)Lyon InvestmentsSinarmas Landtrend delisting
Previous Post

Thu Duc Pimpin Pasar Properti Mewah Ho Chi Minh City, Binh Duong Menyusul Setelah Merger Wilayah

Next Post

Permintaan Hunian Naik Tajam di 2024, Segmen Menengah dan Mewah Tumbuh Paling Pesat

Next Post
Apresiasi Jurnalis, Modernland Realty Gelar Kompetisi Menulis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah

Permintaan Hunian Naik Tajam di 2024, Segmen Menengah dan Mewah Tumbuh Paling Pesat

Terpopuler

  • Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan Sektor Properti Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung) Segera Dimulai, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Koridor Barat Bogor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapak Real Estate Indonesia Itu Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengembang Jepang Ini Akan Garap Proyek Kota Mandiri di Pinggiran Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT Leksana Komunikasi Media

Redaksi, Komunikasi, Pemasaran dan Riset :
Email : redaksi@propertytimes.id redaksi.propertytimes@gmail.com marketing@propertytimes.id

MENU

  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id

No Result
View All Result
  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id