Jakarta, Propertytimes.id – Pengembang properti, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) kembali memperluas portofolio bisnisnya dengan mengembangkan dua proyek baru pada 2025, masing-masing Metland Marron Hotel Tomohon di Sulawesi Utara dan Metland Smara Bekasi di Jawa Barat. Kedua proyek ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat segmen pendapatan berulang dan meningkatkan kontribusi bisnis komersial terhadap total pendapatan grup.
Metland Marron Hotel Tomohon mulai memasuki tahap konstruksi pada kuartal I-2025, menandai ekspansi pertama Metland di wilayah Indonesia Timur. Sementara Metland Smara Bekasi tengah disiapkan sebagai proyek multifungsi yang akan memperkuat portofolio komersial perseroan di kawasan Bekasi, melengkapi lini properti eksisting seperti Grand Metropolitan dan Hotel Horison Ultima.
Selain dua proyek baru tersebut, perseroan juga melanjutkan pembangunan Grand Metropolitan Extension di Bekasi, yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I-2026. Ketiga proyek ini menjadi langkah konkret perusahaan dalam menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menyeimbangkan komposisi pendapatan antara segmen penjualan dan pendapatan berulang (recurring income).
BACA JUGA: Metland Kertajati, Hunian Modern dengan Konsep New City di Pusat Pertumbuhan Baru Majalengka
Sejalan dengan agenda ekspansi tersebut, Metland akan menggelar Public Expose Tahunan 2025 pada Senin, 10 November 2025 melalui Zoom Webinar Perseroan. Acara ini akan memaparkan kinerja keuangan hingga kuartal ketiga 2025 serta rencana pengembangan bisnis jangka menengah.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (6/11), kegiatan paparan publik akan diikuti dengan sesi konferensi pers dan dihadiri oleh jajaran manajemen. Dalam dokumen kinerja yang akan dipaparkan, Metland mencatat penurunan pendapatan konsolidasi sebesar 13,3% menjadi Rp1,151 triliun pada kuartal III 2025, dibandingkan Rp1,305 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba operasional turun 32%, sedangkan laba bersih turun 26,9%.
Meski demikian, struktur pendapatan perseroan dinilai tetap solid dengan 36% bersumber dari pendapatan berulang, terutama dari penyewaan pusat perbelanjaan (67%) dan hotel (26%). Sementara 64% sisanya berasal dari penjualan properti, dengan kontribusi terbesar dari Metland Cibitung (35%), Metland Cyber Puri (12%), dan Metland Transyogi (12%).
Diketahui, saat ini Metland mengelola 24 proyek aktif yang tersebar di Jakarta, Jawa Barat, Banten, Bali, dan Manado, terdiri atas 8 proyek residensial, 13 proyek komersial, serta 3 proyek dalam tahap konstruksi. Perseroan juga memiliki total cadangan lahan (landbank) seluas 1.334 hektar, dengan 489 hektar di antaranya merupakan lahan bersih siap dikembangkan.
Manajemen menilai, penguatan proyek komersial dan ekspansi di sektor hotel akan menjadi kunci untuk meningkatkan pendapatan berulang, sekaligus menstabilkan kinerja di tengah ketidakpastian ekonomi global.





