Property Times
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
Property Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
Home Business

Pasar Properti Mesir Tetap Tangguh Meski Diterpa Konflik Iran – Israel

Permintaan hunian meningkat karena properti dianggap sebagai safe haven asset

Redaksi by Redaksi
June 24, 2025
in Business, Headline, News, Trend, World
0
Pasar Properti Mesir Tetap Tangguh Meski Diterpa Konflik Iran – Israel

Ilustrasi salah satu proyek hunian vertikal di Mesir. Foto: dailynewsegypt

0
SHARES
13
VIEWS

Kairo, PropertyTimes.id — Ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah, khususnya antara Israel dan Iran, mulai memberi dampak terhadap sektor ekonomi Mesir, termasuk pasar properti. Meski permintaan akan hunian meningkat karena properti dianggap sebagai safe haven asset, pengembang dan pelaku industri tetap mewaspadai risiko lonjakan biaya konstruksi serta potensi gangguan rantai pasok.

Mengutip laporan Daily News Egypt, Ketua Kamar Pengembang Real Estat di Federasi Industri Mesir, Tarek Shoukry, menyatakan bahwa harga material bangunan kini menjadi faktor krusial dalam menentukan kelayakan proyek properti di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. “Ancaman penutupan Selat Hormuz dapat memicu lonjakan harga energi dan mengganggu pasokan, yang pada akhirnya berdampak langsung ke biaya pembangunan,” ujarnya sebagaimana dilansir dari Daily News Egypt, Minggu (22/6) lalu.

Menariknya, sejumlah pengembang di Mesir kini mengubah arah strategi mereka. Menurut CEO IGI Developments, Sherif Mostafa, perusahaan-perusahaan properti harus meninggalkan pendekatan yang hanya berfokus pada pencapaian angka penjualan tinggi. “Kesuksesan tak lagi dilihat dari volume transaksi, tetapi dari kemampuan menyelesaikan proyek tepat waktu dan dengan kualitas yang dijanjikan,” katanya.

BACA JUGA: Orang Super Kaya Singapura Serbu Properti Mewah Dubai

Shoukry pun menyarankan agar pengembang mengadopsi strategi penjualan konservatif: melepas unit secara bertahap sambil mengelola eksekusi proyek dengan hati-hati. Ini bertujuan agar mereka tidak terjebak dalam skenario biaya membengkak secara tiba-tiba, yang berisiko menunda serah terima dan mengganggu arus kas.

Sebelumnya, menanggapi potensi dampak luas dari konflik Israel-Iran terhadap perekonomian, Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly telah membentuk komite krisis nasional. Komite ini bertugas memantau perkembangan lintas sektor, termasuk properti, konstruksi, dan pasokan energi, untuk menyiapkan langkah mitigasi sejak dini. Kebijakan ini muncul setelah pasar keuangan Mesir menunjukkan pelemahan. Nilai tukar pound terhadap dolar menurun, indeks saham tertekan, dan tekanan fiskal meningkat akibat kenaikan harga minyak global.

Sementara itu, CEO Tatweer Misr, Ahmed Shalaby, mengungkapkan bahwa walaupun krisis ini membawa tekanan biaya, properti tetap menjadi pilihan investasi utama di masa ketidakpastian. “Permintaan saat ini justru meningkat melampaui proyeksi. Namun, tantangannya adalah bagaimana kami bisa memenuhi permintaan itu tanpa terganggu oleh biaya yang melonjak,” ucapnya.

Shalaby mengingatkan bahwa risiko terbesar saat ini adalah perbedaan antara harga jual saat ini dan biaya aktual pembangunan yang terus naik. “Kami melakukan lindung nilai (hedging), tetapi eskalasi konflik bisa mengubah semua asumsi,” imbuhnya.

Hal senada dikemukakan CEO SODIC, Ayman Amer, yang menyatakan bahwa pasokan bahan bangunan, baik dari sisi kuantitas maupun harga dapat menjadi titik krusial dalam menjaga kelangsungan proyek. “Jika konflik berlangsung lama, ketersediaan bahan seperti semen dan baja bisa terganggu,” katanya.

Managing Director Winvestor Developments, Hesham Ibrahim, menyoroti bahwa harga semen telah naik 15% dan harga baja melonjak hampir 18% dalam dua bulan terakhir. Ia menekankan pentingnya beralih ke material lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor. “Kini saatnya memprioritaskan produk dalam negeri seperti aluminium dan cladding sebagai bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang,” ujarnya.

Outlook 2025: Waspada tapi Optimis

Menurut analis industri, pasar properti Mesir menunjukkan ketangguhan struktural berkat tingginya permintaan domestik, kebijakan makro yang stabil, serta pengalaman menghadapi krisis dalam beberapa tahun terakhir. Namun, sebagaimana disampaikan oleh Ashraf Diaa dari A SQUARED Consultants, sektor ini tetap harus bersikap hati-hati. “Pengembang perlu meninjau ulang jadwal serah terima, mengutamakan arus kas stabil, dan menunda ekspansi agresif,” katanya.

Pasar properti Mesir diperkirakan akan terus menunjukkan pertumbuhan, asalkan ketegangan geopolitik tidak berkembang menjadi krisis berkepanjangan. Untuk saat ini, strategi konservatif dan fokus pada penyelesaian proyek menjadi kunci menjaga kepercayaan investor dan konsumen.

Tags: harga bahan bangunanharga semen dan bajainvestasi properti 2025konflik Israel-Iranpasar properti Mesirpengembang propertiproperti Mesir 2025risiko geopolitikstrategi real estat
Previous Post

Pemerintah Godok Skema KUR Perumahan Rp130 Triliun, Libatkan BP Tapera-Danantara-Himbara

Next Post

Melirik Dampak Konflik Israel – Iran Terhadap Sektor Properti di Indonesia

Next Post
Melirik Tren Hunian Ekspatriat di Jabodetabek: Harga Sewa dan Permintaan Terus Meningkat

Melirik Dampak Konflik Israel - Iran Terhadap Sektor Properti di Indonesia

Terpopuler

  • Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan Sektor Properti Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung) Segera Dimulai, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Koridor Barat Bogor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapak Real Estate Indonesia Itu Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tatar Bungawari, Manifestasi Wellness dan Kematangan 25 Tahun Kota Baru Parahyangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT Leksana Komunikasi Media

Redaksi, Komunikasi, Pemasaran dan Riset :
Email : redaksi@propertytimes.id redaksi.propertytimes@gmail.com marketing@propertytimes.id

MENU

  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id

No Result
View All Result
  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id