Reynaldi menilai selama ini pemerintah lebih banyak berhenti pada tahap sosialisasi program perumahan tanpa memberikan pendampingan hingga proses pengajuan kredit selesai. “Yang sering terjadi, sosialisasi memang dilakukan. Tetapi ketika masuk tahap pendataan dan administrasi, mereka ditinggal. Padahal BI Checking itu perlu dibimbing. Pemerintah jangan hanya sosialisasi, tetapi juga membina supaya mereka bisa lolos proses administrasi. Itu juga menjadi nilai tambah bagi perbankan,” tegasnya.
Reynaldi juga menyoroti skema pembiayaan rumah bersubsidi yang dinilai masih perlu kepastian, terutama terkait suku bunga tetap. “Kalau memang tenornya sampai 40 tahun dengan bunga tetap 5 persen, ya harus benar-benar konsisten. Jangan nanti di lapangan berubah. Ini yang perlu diawasi,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, IKAPPI kini menjadikan isu kepemilikan rumah bagi pedagang pasar sebagai salah satu kajian utama lembaga penelitian organisasinya. “Kami sedang menyusun rekomendasi kepada kementerian terkait, perbankan, dan asosiasi perumahan. Program perumahan bagi pedagang pasar ini keluhannya sangat kompleks sehingga perlu dirumuskan solusi bersama berdasarkan pengalaman kami pada tahun 2022,” ujar Reynaldi.
IKAPPI juga akan melakukan pendataan ulang terhadap pedagang yang belum memiliki rumah sebagai dasar penyusunan kebijakan. “Rekomendasi pertama, kami akan mendata ulang pedagang pasar yang belum memiliki hunian tetap. Kedua, aspirasi dari pasar akan kami sampaikan langsung kepada kementerian terkait. Ketiga, kami akan mendorong perbankan memberikan edukasi mengenai BI Checking sekaligus melonggarkan persyaratan administrasi KPR agar tidak terlalu kaku,” katanya.
Meski demikian, Reynaldi menegaskan bahwa pelonggaran administrasi bukan berarti mengabaikan prinsip kehati-hatian perbankan. “Kelonggaran bukan berarti semua yang KOL lima langsung disetujui. Mereka harus dibina terlebih dahulu. Kalau pembinaan dilakukan dengan baik, saya yakin kelompok pekerja ini bisa memberikan kontribusi sekitar 10 sampai 15 persen terhadap target program tiga juta rumah yang saat ini digadang oleh pemerintah,” pungkasnya.




