Jakarta, Propertytimes.id – Pasar Perkantoran Jakarta, khususnya kawasan di luar pusat bisnis utama atau Outside CBD Jakarta menunjukkan performa yang tangguh di penghujung tahun 2025. Berdasarkan riset Leads Property Services Indonesia, subsektor ini mencatatkan tingkat penyerapan ruang tertinggi sepanjang tahun pada kuartal IV-2025, yakni mencapai 20.483 meter persegi.
Sektor pendidikan, perbankan, investasi, serta logistik menjadi motor penggerak utama di balik kuatnya permintaan tersebut. Jakarta Selatan, khususnya koridor TB Simatupang, tetap menjadi pemimpin pasar dengan menyumbang 44 persen dari total pasokan kumulatif yang ada. Selain Jakarta Selatan, aktivitas penyewaan juga terlihat cukup aktif di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.
BACA JUGA: Tren Baru Perkantoran di Luar CBD Jakarta, Sewa Stabil Namun Tingkat Hunian Menurun
Sama seperti di wilayah CBD, tren flight-to-quality juga sangat terasa di pasar non-CBD. Gedung-gedung perkantoran dengan grade yang lebih tinggi mencatatkan kinerja penyewaan yang jauh lebih baik dibandingkan gedung kelas di bawahnya. Hal ini menunjukkan bahwa penyewa kini semakin selektif dalam memilih fasilitas gedung guna menunjang operasional bisnis mereka.
Hingga akhir Desember 2025, total pasokan kantor di luar CBD stabil di angka 4,2 juta meter persegi karena tidak adanya penyelesaian proyek baru di kuartal terakhir. Stabilitas pasokan yang dibarengi dengan serapan yang kuat berhasil mengerek tingkat okupansi naik sebesar 0,6 poin persentase menjadi 76,7 persen.
Dalam upaya memenangkan persaingan, para pemilik gedung di area non-CBD dilaporkan semakin agresif dalam menerapkan strategi penyewaan. Mereka tidak hanya menawarkan paket harga sewa yang kompetitif, tetapi juga mengombinasikannya dengan syarat komersial yang lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penyewa. Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga loyalitas penyewa lama sekaligus menarik penyewa baru di tengah tantangan ekonomi global.
Ke depan, setidaknya ada dua proyek yang dijadwalkan rampung pada 2026, yakni Gedung Sanggala di TB Simatupang dan Stature Tower di Kebon Sirih, yang diprediksi akan menambah pasokan sekitar 24.901 meter persegi





