Sydney, Propertytimes.id – Perusahaan real estate milik diaspora Indonesia, Iwan Sunito, One Global Capital (OGC) resmi memperoleh lisensi penuh Australian Financial Services License (AFSL) Wholesale. Lisensi ini memungkinkan perusahaan mengelola dana dari investor institusional dan individu berkekayaan besar, sekaligus memperkuat perannya sebagai pengelola investasi properti di Australia.
Yang menarik, langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi pasar properti residensial Australia yang sedang mengalami perlambatan minat investasi asing akibat kebijakan pajak dan regulasi yang lebih ketat. Sebaliknya, OGC justru melanjutkan ekspansi dengan memperluas portofolio di kawasan strategis Sydney, antara lain Green Square, Chatswood, Macquarie Park, dan Eastlakes.
Salah satu aset unggulan OGC, yakni Eastlakes One Global Gallery, mencatatkan apresiasi signifikan. Berdasarkan valuasi Savills pada November 2025, nilai aset meningkat dari 19,5 juta dolar Australia (setara sekitar Rp215,7 miliar )saat akuisisi pada September 2024 menjadi lebih dari 33 juta dolar Australia (setara Rp364,9 miliar ) pada Oktober 2025, atau tumbuh sekitar 69,2 persen.
BACA JUGA: One Global Capital Resmi Akuisisi Lahan Rp181 Miliar di Macquarie Park Sydney
Penyewa utama di lokasi tersebut, Woolworths, juga mencatatkan kenaikan omzet bulanan dari sekitar 140.000 dolar Australia menjadi lebih dari 520.000 dolar Australia, yang mencerminkan penguatan kinerja sektor ritel di kawasan tersebut.
Founder dan CEO OGC Iwan Sunito menyatakan pertumbuhan ekuitas tersebut melampaui proyeksi awal perusahaan. OGC juga menargetkan pembagian dividen tahap pertama sebelum akhir 2025, serta dividen lanjutan pada kuartal I-2026.
Selain itu, OGC juga tengah menyiapkan pembangunan hotel keempat di kawasan Macquarie Park dengan metode Robotic Volumetric Modular Construction. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat waktu konstruksi dan meningkatkan aspek keberlanjutan. Pembangunan sendiri dijadwalkan dimulai pada Juli 2026 dengan target penyelesaian dalam waktu 12 bulan.
Sementara itu, Direktur Office Services Savills Indonesia, Ricky Tarore, menilai Sydney masih menjadi tujuan investasi yang relatif stabil bagi investor Indonesia karena didukung stabilitas politik, sistem hukum yang kuat, serta transparansi regulasi. Namun ia menekankan pentingnya pendekatan terukur, seleksi proyek yang cermat, serta struktur investasi dan pengelolaan risiko yang matang.
Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, OGC saat ini juga memperluas basis investornya sebagai bagian dari persiapan menuju rencana penawaran umum perdana pada 2031 mendatang. Direktur Fund OGC, Samuel Sunito menyampaikan bahwa platform perusahaan memungkinkan investor ritel mengakses peluang investasi yang sebelumnya lebih banyak tersedia bagi investor institusi.





