Jakarta, Propertytimes.id – Pasar hunian bagi tenaga kerja asing atau ekspatriat di Jakarta mulai menunjukkan pergeseran preferensi pada pengujung tahun 2025. Selain lokasi yang strategis, ketersediaan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik (EV charging) kini menjadi salah satu infrastruktur yang paling diminati oleh para ekspatriat dalam memilih tempat tinggal.
Berdasarkan laporan Colliers Indonesia yang dilansir awal Januari 2026 lalu, permintaan terhadap hunian ekspatriat sepanjang tahun 2025 masih didominasi oleh warga negara asing asal Tiongkok, India, dan Eropa. Meskipun permintaan tetap ada, para pemilik properti di sektor ini cenderung menghadapi tantangan terkait anggaran penyewa yang belum menunjukkan peningkatan signifikan.
“Hingga akhir semester II-2025, tidak ada perubahan anggaran yang signifikan dari para penyewa ekspatriat. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut ke depan dengan penyesuaian anggaran yang tetap terbatas,” tulis Colliers Indonesia.

Menghadapi keterbatasan anggaran tersebut, para pemilik properti mulai mengembangkan model bisnis yang lebih aktif. Salah satu tren yang muncul adalah pembelian unit-unit lama di kawasan populer untuk kemudian direnovasi total dan dijual kembali atau disewakan dalam kondisi prima guna mempertahankan daya tarik bagi pasar ekspatriat.
BACA JUGA: Stok Rumah Tapak di Lumbung Ekspatriat Kian Terbatas
Data Colliers menunjukkan bahwa wilayah Jakarta Pusat masih menjadi pilihan utama untuk segmen apartemen, sementara Jakarta Selatan tetap memimpin untuk kategori rumah tapak (landed house). Kawasan Sudirman dan Menteng tercatat memiliki rentang harga sewa tertinggi, masing-masing mencapai kisaran 5.500 dollar AS hingga 20.000 dollar AS per bulan.
Beberapa wilayah populer lainnya yang tetap menjadi incaran ekspatriat antara lain Permata Hijau, Kuningan, Kebayoran Baru, Pondok Indah, dan Kemang dengan variasi harga yang bergantung pada luas bangunan dan fasilitas. Di wilayah Cipete, Cilandak, dan Pejaten, kisaran harga sewa berada di angka 1.500 dollar AS hingga 8.000 dollar AS per bulan.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan gaya hidup berkelanjutan di kalangan warga asing, ketersediaan fasilitas ramah lingkungan seperti EV charging diprediksi akan menjadi standar baru dalam persaingan pasar hunian ekspatriat di Jakarta pada tahun-tahun mendatang.





