Property Times
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
Property Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
Home Commercial

Colliers: Kebijakan WFH ASN Bukan Ancaman bagi Okupansi Kantor di Jakarta

Redaksi by Redaksi
April 6, 2026
in Commercial, Headline, Korporasi, News, Office
0
Permintaan Pasar Perkantoran di Jakarta mulai Menguat

Ilustrasi kawasan Perkantoran di area CBD Jakarta | foto: dok Propertytimes.id

0
SHARES
114
VIEWS

Jakarta, Propertytimes.id – Kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) selama satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dipastikan tidak akan menggoyang pasar perkantoran komersial secara langsung. Langkah pemerintah yang bertujuan untuk efisiensi energi dan penghematan bahan bakar ini dinilai lebih sebagai sebuah sinyal perubahan cara kerja dibandingkan ancaman bagi tingkat hunian gedung-gedung swasta.

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menjelaskan bahwa pada dasarnya ASN berkantor di gedung-gedung milik pemerintah, bukan di gedung komersial milik swasta. Oleh karena itu, kebijakan ini tidak akan memicu pengurangan penyewa secara mendadak di pasar perkantoran komersial.

“Kebijakan ini tidak menciptakan kejutan permintaan langsung pada pasar perkantoran komersial, baik dari sisi tingkat hunian maupun aktivitas penyewaan,” ujar Ferry dalam laporan tertulisnya awal 2026 lalu.

Meski dampaknya tidak langsung, Ferry melihat adanya pengaruh jangka panjang terhadap perilaku sektor swasta. Kebijakan pemerintah ini dianggap memberikan pengakuan resmi bahwa sistem kerja hibrida kini telah menjadi normal. Perusahaan swasta yang selama ini sudah mulai menerapkan pola kerja fleksibel sejak pandemi akan merasa semakin yakin untuk menata ulang kebutuhan ruang kantor mereka agar lebih efisien.

BACA JUGA: Colliers: Indonesia Tawarkan Peluang Emas Sektor Industri di Tengah Perang Dagang Global

Namun, menurut Ferry, penting untuk membedakan antara tingkat hunian dan tingkat pemakaian ruang. Dirinya mencatat bahwa meski sebuah kantor masih disewa secara penuh, namun jumlah karyawan yang hadir setiap hari bisa berkurang akibat sistem hibrida. Jika hal ini terus berlanjut, dalam jangka panjang perusahaan mungkin akan mengevaluasi kembali luas ruang yang benar-benar mereka butuhkan.

Bagi para pemilik gedung komersial, situasi ini disarankan untuk dihadapi dengan sikap antisipatif. Sejauh ini tidak ada indikasi penyewa swasta akan keluar dari gedung secara tiba-tiba hanya karena kebijakan ASN tersebut. Tantangannya justru terletak pada bagaimana pemilik gedung menyediakan ruang yang lebih fleksibel bagi penyewa di masa depan.

Di sisi lain, kebijakan WFH ini diprediksi membawa dampak pada sektor properti lainnya secara terbatas. Sektor ritel di sekitar area perkantoran pemerintah kemungkinan akan mengalami penurunan aktivitas pada hari kerja. Sebaliknya, sektor hunian atau residensial berpotensi semakin diminati seiring dengan keinginan masyarakat memiliki rumah yang lebih nyaman untuk bekerja.

Colliers Indonesia menegaskan bahwa kebijakan WFH ASN bukanlah penggerak pasar utama, melainkan sebuah sinyal bagi pelaku pasar. “Dampaknya terhadap pasar perkantoran komersial bersifat bertahap dan lebih berkaitan dengan perubahan gaya hidup bekerja dalam jangka waktu yang panjang,” pungkas Ferry.

 

Tags: Colliers Indonesiakerja hibridaokupansi gedungperkantoran komersialproperti JakartaWFH ASN
Previous Post

Kinerja Positif, Pendapatan Pakuwon Jati Tembus Rp7,11 Triliun di Tahun 2025

Next Post

Pendapatan Ciputra Group Tembus Rp12,6 Triliun Sepanjang 2025

Next Post
Laba Ciputra Development Tumbuh 27% hingga Kuartal III 2025

Pendapatan Ciputra Group Tembus Rp12,6 Triliun Sepanjang 2025

Terpopuler

  • Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan Sektor Properti Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung) Segera Dimulai, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Koridor Barat Bogor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapak Real Estate Indonesia Itu Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengembang Jepang Ini Akan Garap Proyek Kota Mandiri di Pinggiran Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT Leksana Komunikasi Media

Redaksi, Komunikasi, Pemasaran dan Riset :
Email : redaksi@propertytimes.id redaksi.propertytimes@gmail.com marketing@propertytimes.id

MENU

  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id

No Result
View All Result
  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id