Cileungsi, Propertytimes.id – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggelar akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 26.000 unit. Kegiatan ini dipusatkan di Perumahan Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/9), dan dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dalam acara tersebut, Presiden menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada sejumlah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai penerima manfaat. Ia menegaskan pentingnya sektor perumahan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta menargetkan pembangunan tiga juta rumah. “Target itu harus dipatok tinggi dan kita harus mengejar serta mencapainya,” kata Presiden dalam sambutannya.
BACA JUGA: KUR Perumahan, Amunisi Baru Pembangunan 3 Juta Rumah Prabowo & Gibran
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyebutkan bahwa akad massal ini merupakan yang terbesar dalam sejarah penyaluran KPR subsidi. Ia menambahkan, proses pengajuan hingga realisasi kini lebih transparan dan cepat berkat penggunaan sistem berbasis digital.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait melaporkan bahwa hingga 26 September 2025, realisasi penyaluran FLPP mencapai 183.058 unit rumah dengan nilai Rp22,72 triliun. Penyaluran dilakukan melalui 38 bank, melibatkan lebih dari 7.300 pengembang, dan tersebar di 33 provinsi.
Akad massal kali ini digelar secara hybrid, dengan 200 penerima manfaat hadir di lokasi utama, sedangkan sisanya mengikuti secara daring di 100 titik di seluruh Indonesia. Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat kegiatan ini sebagai akad kredit rumah serentak dengan jumlah debitur terbanyak.
Presiden Prabowo juga sempat berdialog dengan penerima manfaat dari berbagai profesi, seperti buruh, petani, nelayan, dan pekerja informal. Selain itu, ia meninjau rumah subsidi yang ditempati keluarga almarhum Affan Kurniawan, salah satu korban insiden aksi massa di Jakarta beberapa waktu lalu.
Penyelenggara menilai tingginya minat masyarakat terhadap program FLPP menunjukkan kebutuhan besar akan hunian terjangkau. Ke depan, BP Tapera menyatakan akan terus memperbaiki tata kelola agar program subsidi perumahan lebih tepat sasaran.




