Jakarta, Propertytimes.id – Emiten properti PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) mengakui tengah menghadapi tekanan operasional di tengah lesunya pasar properti. Perusahaan mengungkapkan bahwa sejumlah faktor eksternal seperti pelemahan daya beli, ketidakpastian ekonomi, serta fluktuasi suku bunga telah berdampak langsung terhadap permintaan dan kemampuan pembiayaan konsumen.
Dalam surat tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan, Selasa (15/7) manajemen ADCP menyatakan bahwa permintaan terhadap properti, baik residensial maupun komersial, menurun cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini mendorong perusahaan untuk menyesuaikan sejumlah proyek dari sisi jadwal maupun anggaran. “Perusahaan fokus melakukan efisiensi dan evaluasi portofolio untuk tetap menjaga keberlanjutan operasional,” ujar manajemen dalam keterangannya tertulisnya.
ADCP juga menyampaikan strategi diversifikasi sebagai langkah antisipatif. Selain tetap menyelesaikan proyek-proyek berbasis konsep Transit Oriented Development (TOD), perseroan kini mengembangkan produk rumah tapak di Adhi City Sentul, Bogor, yang dinilai memiliki permintaan cukup tinggi.
BACA JUGA: Tekanan Margin Masih Berlanjut, Laba Bersih Adhi Commuter Properti Anjlok di Kuartal I 2025
Dari sisi komersial, ADCP memperkuat pengembangan ruang usaha sewa maupun jual yang terintegrasi dengan kawasan apartemen dan perkantoran. Produk-produk tersebut diharapkan menjadi sumber pendapatan berulang (recurring income) bagi perusahaan. Selain itu, idle asset juga mulai dimanfaatkan untuk menunjang pendapatan lainnya.
Guna menjaga likuiditas, ADCP baru-baru ini memperoleh fasilitas pinjaman senilai Rp82 miliar dari induk usaha, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dengan bunga sebesar 9,02% per tahun. Pendanaan ini digunakan untuk modal kerja strategis dan operasional, serta ditargetkan lunas pada 2028 mendatang. Manajemen menegaskan bahwa pinjaman tersebut menjadi alternatif pendanaan setelah opsi penerbitan surat utang terkendala rendahnya minat investor akibat rating idBBB.
Dari sisi profitabilitas, ADCP menjalankan lima strategi utama yaitu optimalisasi proyek eksisting, penguatan modal kerja, diversifikasi pendapatan, efisiensi operasional, serta penguatan brand dan pemasaran. Upaya ini ditempuh tanpa rencana aksi korporasi dalam waktu dekat.





