Jakarta, Propertytimes.id — Pemerintah mendorong percepatan pembangunan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) di lahan-lahan yang berada di sepanjang jaringan jalan tol. Upaya ini dinilai sebagai solusi strategis untuk menyediakan hunian terjangkau yang terhubung langsung dengan akses transportasi, terutama bagi masyarakat kelas pekerja yang selama ini tinggal jauh dari pusat kota.
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, mengatakan bahwa sejumlah pengusaha jalan tol telah menyampaikan minat untuk mengembangkan konsep hunian vertikal di sekitar area tersebut. Menurutnya, peluang ini harus ditangkap untuk menjawab kebutuhan perumahan layak dan efisien secara mobilitas.
BACA JUGA: Kementerian PKP Luncurkan Kanal Pengaduan Konsumen Perumahan Terpadu BENAR-PKP
“Saya dihubungi oleh beberapa pengusaha jalan tol, mereka menyampaikan bahwa tanah-tanah di pinggir jalan tol bisa dibangun vertical housing. Mereka siap membuka akses dari kawasan hunian langsung ke jalan tol,” ungkap Fahri dalam Forum Business Matching Kementerian PKP yang digelar di ajang International Conference on Infrastructure, Jakarta, Kamis (12/6) lalu.
Dirinya menjelaskan, pengembangan hunian TOD di kawasan pinggir tol merupakan kelanjutan logis dari pembangunan infrastruktur besar-besaran yang telah dilakukan selama satu dekade terakhir, khususnya pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurut Fahri, dengan tersedianya infrastruktur dasar dan kepastian hukum atas lahan, kini saatnya kawasan-kawasan tersebut diisi dengan perumahan yang terintegrasi.
“Semua infrastruktur yang dibangun tinggal kita isi perumahan. TOD di lahan pinggir tol ini bukan hanya realistis, tapi strategis. Karena aksesnya langsung, dan akan sangat mempermudah mobilitas masyarakat,” ujar dia. Fahri menyebut, kawasan di sekitar Jakarta maupun kota-kota lain yang telah dilalui jaringan tol baru menjadi lokasi potensial untuk pengembangan proyek ini. Menurutnya, banyak masyarakat yang terpaksa tinggal jauh dari tempat kerja lantaran keterbatasan hunian terjangkau di pusat kota.
“Dengan konsep TOD di pinggir tol, kita bisa menciptakan hunian sosial yang tidak hanya murah, tapi juga dekat secara waktu tempuh. Mobilitas jadi jauh lebih efisien,” tambahnya. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah juga tengah menjajaki kerja sama dengan pemilik land bank besar seperti Perumnas dan PT KAI.
Langkah ini bertujuan untuk memperluas konsep TOD, tidak hanya terbatas di sekitar stasiun, tetapi juga berkembang di sepanjang koridor tol sebagai bagian dari ekosistem pemukiman masa depan. “Kita siap fasilitasi koordinasi antar pihak. Ini saatnya kita berpikir tidak konvensional. Lahan pinggir tol yang dulunya tidak produktif, kini bisa menjadi solusi pemukiman modern yang terhubung,” tutup Fahri.





