Jakarta, Propertytimes.Id – Emiten properti dan real estat milik Hary Tanoe, PT MNC Land Tbk (IDX: KPIG), berencana untuk melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau rights issue dengan menerbitkan saham baru sebanyak 9.755.712.926 saham. Aksi korporasi ini bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan dan keuangan Perseroan, serta meningkatkan kemampuan kinerja Perseroan di masa mendatang.
Berdasarkan Keterbukaan Informasi BEI, Kamis (22/5), Penambahan Modal ini akan dilakukan dengan nilai nominal Rp 100 per saham, sehingga total dana yang berpotensi dihimpun mencapai sekitar Rp9.755.712.926.300. Penerbitan saham baru ini akan dilakukan tanpa hak memesan efek terlebih dahulu, sebagaimana diatur dalam Pasal 8A ayat (1) POJK No. 14/2019 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka.
BACA JUGA: MNC Land Catat Laba Bersih Rp60,7 Miliar di Kuartal I-2025, Ditopang Kenaikan Pendapatan 31%
Manajemen MNC Land menyatakan bahwa dana yang diperoleh dari Penambahan Modal ini akan digunakan untuk membiayai pengembangan dan pembangunan proyek-proyek strategis Perseroan. Salah satu fokus utama adalah pengembangan kawasan MNC Lido City, yang meliputi pembangunan hotel, country club, private clubhouses, theme park, dan movieland. Selain itu, dana juga akan dialokasikan untuk pengembangan proyek-proyek unggulan di Surabaya dan Bali.
Rencana Penambahan Modal ini sendiri telah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 28 Juni 2023, dan diperbarui pada tanggal 25 Juni 2024. Periode persetujuan RUPSLB ini berlaku selama 2 tahun dan akan berakhir pada tanggal 27 Juni 2025.
BACA JUGA: MNC Land Catat Laba Bersih Rp60,7 Miliar di Kuartal I-2025, Ditopang Kenaikan Pendapatan 31%
Pelaksanaan Penambahan Modal akan tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk POJK No. 14/2019 dan Peraturan BEI No. I-A. Saham baru yang diterbitkan akan memiliki hak yang sama dengan saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Setelah pelaksanaan Penambahan Modal, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh Perseroan akan meningkat secara signifikan. Hal ini akan tercermin dalam peningkatan total ekuitas Perseroan, yang menunjukkan posisi keuangan yang lebih kuat. Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasi Perseroan per 31 Desember 2024, total aset diperkirakan meningkat menjadi Rp 36,8 triliun dengan total ekuitas sebesar Rp 29,4 triliun.





