Property Times
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
Property Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
Home Headline

Meski Realisasi Belanja Naik, Dana Blokir Masih Jadi Ganjalan Utama Serapan Anggaran Kementerian PKP

Redaksi by Redaksi
June 29, 2026
in Headline, Kementerian Perumahan dan Pemukiman, News
0
Meski Realisasi Belanja Naik, Dana Blokir Masih Jadi Ganjalan Utama Serapan Anggaran Kementerian PKP

Salah satu masyarakat di Kota Sorong, Papua yang mendapatkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Foto: Kementerian PKP.

0
SHARES
63
VIEWS

Jakarta, Propertytimes.id – Kinerja penyerapan anggaran di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menunjukkan tren pemulihan pada penghujung semester pertama tahun anggaran 2026.

Berdasarkan data pelaksanaan anggaran Tahun Anggaran 2026 yang dilansir dari portal resmi Kementerian PKP pada Senin (29/6/2026), total realisasi belanja kementerian saat ini sebesar Rp2,38 triliun. Capaian tersebut setara dengan 19,01 persen dari total pagu anggaran keseluruhan yang kini tercatat sebesar Rp12,52 triliun.

Perkembangan ini mencerminkan lompatan performa yang signifikan jika dibandingkan dengan kondisi pada bulan sebelumnya. Sebelumnya, data resmi per Rabu (5/5/2026) menunjukkan bahwa realisasi belanja kementerian pada awal kuartal kedua baru berada di angka Rp717,47 miliar atau hanya sekitar 6,96 persen dari pagu saat itu yang bernilai Rp10,30 triliun. Peningkatan serapan belanja ini berjalan beriringan dengan penyelesaian status blokir anggaran yang semula berada di angka Rp5,10 triliun, kini menyusut menjadi Rp3,47 triliun.

BACA JUGA: Rp5,1 Triliun Anggaran Kementerian PKP Masih Berstatus Blokir

Ditinjau dari unit organisasi, Inspektorat Jenderal mencatatkan persentase penyerapan tertinggi, yakni sebesar 55,25 persen atau setara Rp10,58 miliar dari pagu Rp19,15 miliar. Posisi tersebut diikuti secara ketat oleh Sekretariat Jenderal yang berhasil mengucurkan dana sebesar Rp463,11 miliar dari alokasi Rp855,64 miliar, atau merepresentasikan capaian 54,13 persen.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko, yang bulan lalu menjadi unit paling progresif, kini berada pada posisi ketiga dengan persentase serapan 53,27 persen atau senilai Rp10,13 miliar. Ketiga unit kerja ini tercatat bersih dari status blokir anggaran sejak awal tahun.

Pada sektor pengelolaan infrastruktur skala besar, kemajuan realisasi juga mulai terlihat meskipun beban anggaran yang diemban tergolong masif. Direktorat Jenderal Perumahan Pedesaan, yang memegang pagu sebesar Rp3,67 triliun, kini mengantongi realisasi Rp833,37 miliar atau tumbuh menjadi 22,71 persen.

BACA JUGA: Industri Properti Indonesia Masuk Survival Mode

Angka ini melonjak tajam dibandingkan catatan Mei lalu yang hanya bertengger di kisaran 3,72 persen atau Rp136,66 miliar, menyusul berkurangnya dana blokir di unit tersebut menjadi Rp997,65 miliar.

Di sisi lain, Direktorat Jenderal Perumahan Perkotaan sejauh ini telah merealisasikan anggaran sebesar Rp411,99 miliar atau 14,27 persen dari total pagu Rp2,88 triliun, di mana dana yang masih berstatus blokir di unit ini masih menempati porsi terbesar yaitu senilai Rp1,56 triliun.

Adapun Direktorat Jenderal Kawasan Permukiman, yang mengelola pagu terbesar di kementerian senilai Rp5,07 triliun, mencatatkan penyerapan belanja sebesar 12,85 persen atau setara Rp652,22 miliar dengan sisa pagu blokir sebesar Rp920,47 miliar. Secara keseluruhan, total persentase realisasi kementerian terhadap pagu yang tidak diblokir saat ini telah berada pada level 26,33 persen.

Tags: APBN 2026Infrastruktur Perumahankementerian PKPkinerja belanja negarapagu blokirrealisasi anggaran
Previous Post

Okupansi Hotel di Indonesia Diproyeksi Pulih pada September 2026

Terpopuler

  • Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tatar Bungawari, Manifestasi Wellness dan Kematangan 25 Tahun Kota Baru Parahyangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung) Segera Dimulai, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Koridor Barat Bogor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan Sektor Properti Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapak Real Estate Indonesia Itu Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT Leksana Komunikasi Media

Redaksi, Komunikasi, Pemasaran dan Riset :
Email : redaksi@propertytimes.id redaksi.propertytimes@gmail.com marketing@propertytimes.id

MENU

  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id

No Result
View All Result
  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id