Property Times
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
Property Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
Home Bank Indonesia

Bank Indonesia Pertahankan BI-Rate di Level 4,75 Persen

Redaksi by Redaksi
January 22, 2026
in Bank Indonesia, Data Center, Ekonomi Makro, Headline, News
0
Bank Indonesia

Bank Indonesia

0
SHARES
31
VIEWS

Jakarta, Propertytimes.id  – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 20-21 Januari 2026 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 4,75 persen. Keputusan ini diambil sebagai langkah konsisten otoritas moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global, sekaligus memastikan sasaran inflasi 2026-2027 tetap terkendali.

Selain menahan BI-Rate, Bank Indonesia juga menetapkan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility pada level 5,50 persen. Gubernur Bank Indonesia menegaskan bahwa bauran kebijakan ini difokuskan untuk memitigasi risiko volatilitas pasar keuangan dunia, sembari tetap memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi domestik yang berkelanjutan.

BACA JUGA: Bank Indonesia Siapkan Rp130 Triliun untuk Dukung Program 3 Juta Rumah

Dalam keterangan resminya, Rabu (21/1), Bank Indonesia mencermati bahwa perekonomian dunia pada 2026 cenderung melambat dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 3,2 persen. Faktor utama yang memicu ketidakpastian ini antara lain adalah penerapan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat (AS), kerentanan rantai pasok global, serta eskalasi ketegangan geopolitik. Di sisi lain, prospek ekonomi AS masih tertolong oleh investasi di sektor teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence), meskipun ruang penurunan suku bunga global kini kian terbatas.

Guna menghadapi dinamika tersebut, Bank Indonesia terus memperkuat strategi intervensi nilai tukar Rupiah. Langkah ini mencakup transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik. Selain itu, optimalisasi instrumen moneter yang bersifat pro-market, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), terus dilakukan untuk menarik aliran modal asing dan menjaga imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) agar tetap kompetitif.

Meskipun fokus pada stabilitas, BI tetap membuka ruang bagi pelonggaran moneter di masa mendatang. Hal ini akan didasarkan pada prakiraan inflasi yang tetap terjaga dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen. Kebijakan makroprudensial juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan (pro-growth) melalui penguatan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Melalui KLM, perbankan didorong untuk mempercepat penyaluran kredit ke sektor-sektor riil prioritas yang sejalan dengan agenda pemerintah.

Di sektor sistem pembayaran, BI terus memperluas akseptasi digital untuk mendukung ekonomi inklusif. Salah satu langkah strategis yang akan diambil adalah implementasi QRIS Antarnegara dengan Tiongkok dan Korea Selatan yang dijadwalkan meluncur pada triwulan I-2026. Sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus dipererat guna memastikan ketahanan ekonomi nasional tetap kokoh di bawah payung program Asta Cita Pemerintah.

Tags: Bank IndonesiaBI RateEkonomi globalInflasiKebijakan MonetermakroprudensialNilai tukar rupiahpertumbuhan ekonomiQRIS Antarnegarasuku bunga acuan
Previous Post

Putra Konglomerat Asal Indonesia Ekspansi Besar di Singapura, Borong Sejumlah Aset Ritel Bernilai Fantastis

Next Post

Adhi Commuter Properti Laporkan Realisasi Dana Obligasi III, Seluruh Dana Terserap 100 Persen

Next Post
Laba Bersih dan Pendapatan Adhi Commuter Properti Anjlok di Tahun 2024

Adhi Commuter Properti Laporkan Realisasi Dana Obligasi III, Seluruh Dana Terserap 100 Persen

Terpopuler

  • Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tatar Bungawari, Manifestasi Wellness dan Kematangan 25 Tahun Kota Baru Parahyangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan Sektor Properti Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung) Segera Dimulai, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Koridor Barat Bogor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapak Real Estate Indonesia Itu Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT Leksana Komunikasi Media

Redaksi, Komunikasi, Pemasaran dan Riset :
Email : redaksi@propertytimes.id redaksi.propertytimes@gmail.com marketing@propertytimes.id

MENU

  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id

No Result
View All Result
  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id