Jakarta, Propertytimes.id – Emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) kembali memanfaatkan pasar modal untuk memperkuat likuiditas dan struktur pendanaan. Pengembang kawasan township BSD City ini meluncurkan tahap kedua dari program Penawaran Umum Berkelanjutan untuk Obligasi Berkelanjutan IV dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II dengan total target penghimpunan dana sebesar Rp1,75 triliun.
Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi yang dilansir dari Bursa Efek Indonesia, Senin (1/12), perseroan akan menawarkan obligasi senilai Rp1.250,87 miliar dan sukuk ijarah senilai Rp500 miliar. Periode penawaran kepada investor publik akan berlangsung singkat pada 10-12 Desember 2025.
Alokasi dana hasil penerbitan ini dipisah sesuai instrumen. Hasil dari obligasi, setelah dipotong biaya emisi, akan diprioritaskan untuk pelunasan lebih awal (early repayment) atas sebagian pinjaman dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan PT Bank Permata Tbk. Sementara itu, dana yang dihimpun dari sukuk ijarah akan dialirkan untuk kebutuhan modal kerja operasional perseroan.
BACA JUGA: BSDE Terbitkan Obligasi dan Sukuk Berkelanjutan Rp1 Triliun
“Bersama ini kami sampalkan bukti pengumuman Informasi Tambahan Ringkas pada situs web Bursa Efek Indonesia,” tulis Direktur BSDE Lie Jani Harjanto dalam surat resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seperti dikutip dari dokumen tersebut.
Obligasi yang ditawarkan terdiri atas empat seri dengan masa jatuh tempo berbeda: Seri A (3 tahun, kupon 5,50%), Seri B (5 tahun, kupon 6,00%), Seri C (7 tahun, kupon 6,25%), dan Seri D (10 tahun, kupon 6,50%). Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan.
Sementara itu, Sukuk Ijarah dibagi dua seri yaitu Seri A berjangka 7 tahun dengan imbalan setara 6,25% per tahun dan Seri B berjangka 10 tahun dengan imbalan setara 6,50% per tahun. Pembayaran imbalan juga dilakukan secara triwulanan.
Penerbitan ini didukung oleh konsorsium penjamin emisi (underwriter), termasuk PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Skema penjaminan dilakukan dengan prinsip full commitment.
Untuk memberikan sinyal kepercayaan kepada investor, BSDE telah memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Obligasi ini mendapat peringkat idAA (Double A), sedangkan sukuk ijarah mendapat peringkat idAA(sy) (Double A Syariah), yang menandakan kelas investasi dengan risiko kredit sangat rendah.
Skema sukuk ijarah menggunakan akad sewa dengan aset dasar (underlying asset) berupa hak manfaat atas Gedung Green Office Park 1 di kawasan BSD City. PT Bank KB Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat yang mewakili kepentingan investor.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, obligasi dan sukuk tahap II ini akan didistribusikan secara elektronik pada 17 Desember 2025 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sehari setelahnya. Sebelumnya, pada tahap I di tahun yang sama, BSDE telah berhasil menghimpun total dana Rp 1 triliun dari kedua instrumen serupa.





