Jakarta, Propertytimes.id – Pengembang kawasan BSD City, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) resmi mencatatkan obligasi dan sukuk korporasi senilai total Rp1 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (24/9). Pencatatan tersebut merupakan bagian dari program penerbitan efek berkelanjutan yang tengah dijalankan perseroan.
Dilansir dari pengumuman resmi BEI melalui situs keterbukaan informasi, Rabu (24/9), BEI menyebut pencatatan ini menyusul persetujuan atas permohonan emisi yang diajukan BSDE. Instrumen yang diterbitkan terdiri dari dua jenis. Pertama, Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2025 dengan total nilai Rp500 miliar, terbagi ke dalam tiga seri.
Seri A senilai Rp37,5 miliar menawarkan kupon 6,00 persen dan jatuh tempo pada 23 September 2028. Sementara, Seri B senilai Rp162,5 miliar memiliki kupon 6,50 persen dengan jatuh tempo 23 September 2030. Adapun Seri C senilai Rp300 miliar memberikan kupon 6,75 persen dengan jatuh tempo 23 September 2032.
BACA JUGA: Perkuat Infrastruktur BSD City, BSDE Terbitkan Obligasi dan Sukuk Senilai Rp3 Triliun
Kedua, Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2025 juga bernilai Rp500 miliar. Instrumen ini terdiri dari Seri A senilai Rp50 miliar dengan imbal hasil 6,00 persen dan jatuh tempo 23 September 2028, Seri B senilai Rp150 miliar berbunga 6,50 persen jatuh tempo 23 September 2030, serta Seri C senilai Rp300 miliar dengan imbal hasil 6,75 persen dan jatuh tempo pada 23 September 2032. Kedua efek tersebut memperoleh peringkat idAA dari Pefindo, yang mencerminkan kapasitas sangat kuat perseroan untuk memenuhi komitmen finansial.
Menurut pengumuman BEI, obligasi dan sukuk ini tidak dijaminkan dengan agunan khusus. Namun, sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, efek tersebut dijamin dengan seluruh kekayaan perseroan. Emiten juga memiliki opsi untuk melakukan pembelian kembali setelah satu tahun sejak tanggal penjatahan.
Sebelumnya, manajemen BSDE menjelaskan, penerbitan obligasi dan sukuk ini ditujukan untuk memperkuat struktur pendanaan jangka menengah hingga panjang, sejalan dengan kebutuhan pengembangan proyek-proyek perseroan.
Kinerja keuangan BSDE sendiri pada semester I 2025 membukukan pendapatan usaha Rp6,39 triliun, di mana kontribusi terbesar berasal dari penjualan unit perumahan, lahan, dan strata title sebesar Rp5,55 triliun atau sekitar 86,8 persen dari total pendapatan. Laba bersih konsolidasian tercatat Rp1,29 triliun pada periode yang sama.





