Jakarta, Propertytimes.id – Sebanyak 86% konsumen di Asia Tenggara tercatat melakukan sedikitnya 20% transaksi belanja daring mereka melalui Mall online. Temuan ini berasal dari studi Cube Asia yang ditugaskan oleh Lazada, sebagaimana dilansir dari laman Retail Asia, akhir pekan lalu.
Dalam riset yang melibatkan 6.000 responden di Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Vietnam tersebut, Thailand dan Vietnam menunjukkan penetrasi tertinggi dengan angka di atas 90%. Sementara, Indonesia dan Filipina berada di kisaran 80%, mencerminkan semakin kuatnya minat masyarakat terhadap kanal belanja yang menawarkan produk resmi dan terverifikasi.
Para responden mengaku rela membayar lebih untuk produk bermerek yang dijual melalui Mall resmi. Sekitar 31% konsumen menyatakan kesediaannya membayar harga tambahan 10 sampai dengan 30% demi memastikan keaslian barang yang dibeli.
Laporan itu juga mencatat bahwa aktivitas e-commerce berbasis keaslian produk menyumbang 12% dari total penjualan online pada 2020, dan melonjak menjadi 30% pada 2025, dengan nilai mencapai sekitar US$40 miliar atau setara US$52,17 miliar dalam konversi pasar regional.
Ke depan, segmen ini diproyeksikan terus berkembang pesat. Cube Asia memperkirakan porsi pasar belanja daring berbasis keaslian produk akan mencapai 55% dari total pasar e-commerce Asia Tenggara pada 2030, dengan nilai mencapai sekitar US$150 miliar atau setara US$195,65 miliar.
Sebagai pemain besar di ekosistem tersebut, Lazada melalui platform LazMall kini menaungi sekitar 170 ribu merek. Sejumlah periode sale besar turut mendorong kinerja ekosistem ini, antara lain peningkatan jumlah merek dengan GMV bernilai jutaan dolar sebesar 53% sejak gelaran 9.9 pada September lalu. Selain itu, LazMall mencatat kenaikan GMV 39% selama festival 11.11, serta peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna mencapai 70%.
Laporan ini mencerminkan perkembangan lanskap e-commerce Asia Tenggara yang semakin mengarah pada kualitas, keaslian produk, dan pengalaman belanja yang lebih terkurasi, dimana lingkungan Mall daring menjadi pusat pertumbuhannya.





