Jakarta, Propertytimes.id – Program perumahan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menunjukkan progres yang signifikan. Data per 26 September 2025 mencatat realisasi penyaluran rumah subsidi telah melampaui 200.000 unit, yang disalurkan melalui berbagai bank dan dikembangkan oleh asosiasi pengembang di berbagai wilayah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR) Maruarar Sirait menyoroti dampak multiplier dari program ini. “Pembangunan satu unit rumah subsidi dapat melibatkan rata-rata lima tenaga kerja, serta menggerakkan roda ekonomi lokal, mulai dari perdagangan material bangunan hingga sektor usaha mikro di sekitar lokasi proyek,” ujarnya dilansir dari laman resmi Kementerian PKP, Selasa (30/9).
BACA JUGA: FLPP Baru Tersalur 47%, Komite Tapera Soroti Tata Kelola dan Ekspansi Strategis
Dari sisi wilayah, Jawa Barat mencatatkan realisasi tertinggi dengan 41.978 unit, disusul oleh Jawa Tengah (15.838 unit), Sulawesi Tengah (14.811 unit), Banten (12.344 unit), Jawa Timur (12.083 unit), dan Sumatera Selatan (11.125 unit). Sementara itu, Sumatera Utara dan Kalimantan Selatan masing-masing merealisasikan 7.607 unit dan 7.565 unit.
Pada level kabupaten/kota, Kabupaten Bekasi menjadi yang tertinggi dengan 9.537 unit, diikuti oleh Kabupaten Bogor (7.028 unit) dan Kabupaten Tangerang (5.594 unit). Di luar Jawa, beberapa daerah seperti Kota Kendari (4.251 unit) dan Kota Palembang (4.175 unit) juga mencatatkan realisasi yang cukup signifikan.
Dari sisi penyalur, Bank BTN memimpin kontribusi dengan 93.098 unit, diikuti oleh BTN Syariah (36.589 unit), dan BRI (17.515 unit). Bank lainnya seperti BNI dan Mandiri masing-masing menyalurkan 8.440 unit dan 7.963 unit. Bank daerah seperti BJB dan BSI juga turut berkontribusi dengan penyaluran di atas 2.000 unit.
Sementara dari asosiasi pengembang, Real Estat Indonesia (REI) berkontribusi terbesar dengan 76.513 unit, diikuti APERSI (55.188 unit) dan HIMPERRA (24.816 unit).
Aspek perizinan juga menunjukkan perkembangan positif, dengan penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) tertinggi berada di Kalimantan Barat (6.494 unit), Sulawesi Selatan (5.728 unit), dan Kalimantan Selatan (4.847 unit).
Dengan capaian ini, pemerintah menyatakan optimisme bahwa target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi pada akhir tahun 2025 dapat tercapai, didukung oleh kolaborasi yang solid antara pemerintah, perbankan, dan para pengembang.





