Jakarta, Propertytimes.id – Pasar properti residensial di Indonesia menunjukkan pemulihan signifikan pada pengujung tahun 2025. Berdasarkan hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang dirilis Bank Indonesia (BI) pada Jumat (6/2), volume penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan IV 2025 mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 7,83% secara tahunan (yoy).
Capaian ini menandai titik balik yang kuat dibandingkan triwulan III 2025, di mana penjualan sempat mengalami kontraksi atau minus 1,29% (yoy). Kebangkitan pasar ini didorong oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tipe kecil yang tumbuh pesat sebesar 17,32% (yoy).
BACA JUGA: Pasar Properti Residensial Masih Lesu: Penjualan Tumbuh Tipis, Harga Tak Melaju
“Penjualan unit properti residensial tipe kecil dan menengah tumbuh positif di tengah penjualan unit tipe besar yang masih terkontraksi,” tulis Bank Indonesia. Rumah tipe menengah juga menunjukkan tren perbaikan dengan tumbuh 4,84% (yoy), berbalik arah dari kontraksi dalam sebesar 12,27% pada triwulan sebelumnya.
Meski tipe besar masih terkontraksi sebesar 10,95% (yoy), angka ini menunjukkan perbaikan jika dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan III 2025 yang mencapai 23,00% (yoy). Secara triwulanan (qtq), total penjualan rumah juga membaik dengan tumbuh 2,01%.
Menariknya, skema pembiayaan melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi pilihan utama bagi konsumen. BI mencatat mayoritas pembelian rumah di pasar primer (70,88%) dilakukan melalui fasilitas perbankan tersebut. Sementara itu, dari sisi pengembang, modal internal masih mendominasi sumber pendanaan pembangunan proyek properti dengan pangsa mencapai 80,14%.





