Jakarta, Propertytimes.id – Pengembang kawasan Pondok Indah, PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) membukukan laba bersih sebesar Rp480,1 miliar sepanjang semester I-2025. Capaian ini naik tipis dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp473,1 miliar.
Dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/7), kenaikan tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan dan efisiensi di sisi beban usaha. Dalam laporan keuangan konsolidasian yang dirilis perseroan, total pendapatan dan penjualan neto mencapai Rp1,23 triliun, atau naik 3 persen dari semester I-2024 sebesar Rp1,20 triliun. Sementara beban pokok penjualan relatif stabil di angka Rp582,5 miliar.
Kinerja solid ini membuat MKPI mencetak laba usaha sebesar Rp527,7 miliar, sedikit lebih tinggi dibanding semester pertama tahun lalu yang sebesar Rp520,2 miliar. Meski beban pajak tangguhan meningkat, namun hal tersebut tidak menggerus pertumbuhan laba bersih secara signifikan.
Di sisi neraca, total aset perseroan per 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp9,36 triliun, naik dari Rp8,94 triliun pada akhir tahun lalu. Kenaikan ini ditopang oleh posisi kas yang menguat, yakni mencapai Rp2,68 triliun atau naik sekitar Rp505 miliar dalam enam bulan terakhir. Arus kas dari aktivitas operasi juga menunjukkan posisi yang kuat, dengan nilai bersih Rp551,8 miliar, meskipun lebih rendah dari semester I-2024.
Namun demikian, total liabilitas perusahaan mengalami lonjakan dari Rp1,61 triliun menjadi Rp2,24 triliun. Hal ini terutama disebabkan oleh munculnya kewajiban pembayaran dividen sebesar Rp690,3 miliar yang masih tercatat sebagai utang pada akhir Juni 2025.
Sebagai informasi, Metropolitan Kentjana dikenal sebagai pengembang yang mengelola sejumlah properti unggulan di Jakarta Selatan, termasuk Pondok Indah Mall I, II, dan III, Street Gallery, dan berbagai perkantoran serta apartemen di kawasan Pondok Indah.





