Jakarta, Propertytimes.id – Emiten properti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membukukan pendapatan sebesar Rp4,12 triliun pada semester I-2025, terjun hampir setengah dari capaian Rp8,00 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, emiten properti ini masih mampu mengantongi laba bersih sebesar Rp202,46 miliar, walau jauh lebih rendah dibanding laba jumbo Rp20,09 triliun pada semester I-2024.
Merosotnya pendapatan terutama dipengaruhi penurunan penjualan pada segmen utama serta minimnya transaksi besar yang bersifat non-berulang seperti yang terjadi tahun lalu. Dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (15/8), LPKR mencatat pendapatan neto Rp4,03 triliun, turun signifikan dari Rp7,94 triliun, dengan beban pokok pendapatan yang juga menyusut menjadi Rp2,63 triliun dari Rp4,53 triliun.
Laba bruto perusahaan tercatat Rp1,40 triliun, menyusut dari Rp3,41 triliun setahun sebelumnya. Beban usaha berkurang hampir setengah menjadi Rp1,09 triliun, dan perusahaan mengantongi penghasilan lain-lain sebesar Rp60,61 miliar, jauh di bawah capaian luar biasa Rp21,15 triliun pada tahun lalu.
BACA JUGA: Melirik Desain Rumah Subsidi Ultra-Kompak Usulan Lippo Group
Dari sisi profitabilitas, laba usaha LPKR hanya Rp258,7 miliar, turun drastis dari Rp21,20 triliun. Setelah dikurangi beban keuangan bersih Rp283,07 miliar, perusahaan masih terbantu oleh bagian laba dari entitas asosiasi senilai Rp274,17 miliar, sehingga laba sebelum pajak mencapai Rp249,88 miliar.
Pada akhirnya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp137,90 miliar, merosot dari Rp19,89 triliun tahun lalu. Laba per saham dasar ikut tertekan menjadi Rp1,95, dari sebelumnya Rp280,61 per saham. Adapun, total penghasilan komprehensif periode berjalan mencapai Rp380,98 miliar, dengan kontribusi mayoritas berasal dari pemilik entitas induk sebesar Rp321,10 miliar.





