Jakarta, Propertytimes.id – Dalam upaya menjawab tantangan keterbatasan lahan dan tingginya kebutuhan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Lippo Group mengusulkan konsep baru rumah subsidi ultra-kompak yang langsung mendapat perhatian dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Dua prototipe rumah telah dipamerkan dalam bentuk mock-up di Lobby Nobu Bank, Plaza Semanggi, Jakarta.
Menteri PKP Maruarar Sirait, yang hadir langsung meninjau konsep tersebut, menyambut baik inisiatif Lippo Group. “Kami terbuka terhadap semua usulan desain rumah subsidi dari para stakeholder, termasuk dari pengembang besar seperti Lippo Group. Ini adalah bentuk partisipasi publik yang kami harapkan untuk menjawab kebutuhan zaman di sektor perumahan,” ujar Maruarar dalam keterangannya, Kamis (12/6) lalu.
Dua tipe rumah subsidi yang diusulkan terdiri dari Tipe 1 Kamar Tidur dengan Luas tanah 25 m² (2,6 x 9,6 meter) dan luas bangunan 14 m² serta Tipe 2 Kamar Tidur dengan Luas tanah 26,3 m² (2,6 x 10,1 meter) dan luas bangunan 23,4 m².

Menurut Lippo, konsep ini ditujukan untuk kawasan perkotaan padat seperti Bodetabek dan kota besar lainnya. Lippo Group menyebut desain rumah ini mengedepankan efisiensi lahan tanpa mengorbankan kenyamanan dan fungsi dasar hunian.
BACA JUGA: Lippo Cikarang Telah Kembalikan Dana Rp 4 Miliar kepada 19 Konsumen Meikarta
Secara teknis, bangunan akan menggunakan struktur beton bertulang, lantai keramik, dinding bata ringan dengan finishing mortar dan cat, plafon gypsum, serta rangka atap baja ringan yang dilapisi spandek. Fasilitas standar meliputi sanitasi lengkap, dapur dengan sink, air bersih dari PDAM serta pasokan listrik 900 watt. Kusen dan pintu menggunakan material aluminium untuk daya tahan jangka panjang.
CEO Lippo Group James Riady yang turut mendampingi peninjauan menyatakan bahwa desain rumah subsidi ini disiapkan dengan memperhatikan aspirasi milenial urban serta efisiensi biaya konstruksi. “Konsep ini bisa menjadi acuan baru bagi pengembang rumah subsidi di kota-kota besar, dan telah menarik minat banyak pihak,” ujarnya.
Kementerian PKP menegaskan bahwa seluruh proses perumusan kebijakan, termasuk pengembangan desain rumah subsidi, akan dilakukan secara transparan, terbuka, dan melibatkan publik. “Kami menjunjung tinggi tata kelola yang baik. Draf regulasi yang tengah kami kaji pun terbuka untuk masukan dari masyarakat dan pelaku industri,” tegas Maruarar. Pameran mock-up rumah ini dibuka untuk umum, terutama bagi generasi milenial yang ingin melihat langsung konsep hunian subsidi yang adaptif terhadap kondisi urban masa kini.





