Jakarta, Propertytimes.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan pertumbuhan bisnis yang stabil dalam laporan kinerja sembilan bulan pertama tahun 2025. Bank tersebut mencatat kenaikan kredit sebesar 7,6% secara tahunan menjadi Rp944 triliun, didukung oleh ekspansi yang baik dan likuiditas yang terjaga.
Laporan yang dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/10), juga menunjukkan bahwa laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh 5,7% menjadi Rp43,4 triliun. Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 7,0%, dengan giro dan tabungan (CASA) tetap menjadi tulang punggung pendanaan bank.
President Direktur BCA, Hendra Lembong, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit terjadi di berbagai segmen, mulai dari korporasi yang naik 10,4% dan UKM 7,7%, Kualitas kredit juga tetap terjaga, dengan rasio loan at risk (LAR) membaik menjadi 5,5% dan NPL terkendali di level 2,1%.
BACA JUGA: BCA Resmi Salurkan KPR FLPP, Akses Rumah Terjangkau untuk MBR Kian Luas
BCA juga mencatatkan pertumbuhan positif pada segmen kredit konsumen, dengan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) sebagai penyumbang utama. Hingga September 2025, outstanding KPR BCA tumbuh 6,4% secara tahunan menjadi Rp138,8 triliun.
Diketahui, kredit konsumen secara keseluruhan tumbuh 3,3% year-on-year menjadi Rp223,6 triliun. Yang berarti kontribusi KPR dalam portofolio kredit konsumen mencapai lebih dari 62%, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai produk pembiayaan properti andalan. Pertumbuhan KPR ini konsisten dengan strategi BCA dalam menyalurkan kredit secara selektif namun tetap ekspansif di segmen retail yang berpotensi positif.





