Property Times
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
Property Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
Home Infrastruktur

Kementerian PU: Penanganan Darurat Infrastruktur Aceh Capai 48,34 Persen

Redaksi by Redaksi
December 8, 2025
in Infrastruktur
0
Kementerian PU: Penanganan Darurat Infrastruktur Aceh Capai 48,34 Persen

Perbaikan jalan lintas timur-barat dan tengah Aceh pasca banjir dan longsor akhir November 2025 lalu. Foto: Kementerian PU

0
SHARES
6
VIEWS

Kuala Simpang, Propertytimes.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan darurat infrastruktur yang terdampak banjir dan longsor di Provinsi Aceh. Fokus utama diarahkan pada pemulihan konektivitas jalan dan jembatan nasional yang terputus, serta penyediaan sarana darurat bagi masyarakat terdampak.

Dilansir dari laman resmi Kementerian PU, Minggu (7/12), Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan seluruh personel teknis di Aceh masih bersiaga untuk memulihkan akses warga dan jalur distribusi logistik. “Kami memastikan pemulihan akses utama di Aceh menjadi prioritas. Tim di lapangan bergerak maksimal, termasuk pemasangan jembatan bailey dan pembersihan material longsoran,” ujar Dody.

Data Kementerian PU mencatat sebanyak 477 titik terdampak bencana di Aceh, yang didominasi oleh banjir tanggul kritis sebanyak 143 titik, longsor 46 titik, serta banjir akibat tanggul jebol di 36 titik. Hingga kini, progres penanganan darurat yang dilakukan oleh Balai dan Unit Pelaksana Teknis Kementerian PU telah mencapai 48,34%.

Kerusakan juga terjadi pada 30 ruas jalan nasional dan 15 jembatan nasional. Sejumlah akses utama telah kembali dapat dilalui, antara lain ruas Banda Aceh–Meureudu, Lhokseumawe–Langsa, serta Kuala Simpang–Perbatasan Sumatera Utara. Sementara itu, beberapa jalur lainnya masih terputus dan ditargetkan pulih secara bertahap hingga pertengahan Desember 2025.

Untuk menangani ruas jalan yang terputus, Kementerian PU mempercepat pemasangan jembatan bailey di sejumlah lokasi, seperti Teupin Mane, Alue Kulus, Enang-enang, Weihni Rongka, dan Timang Gajah. Sebagian material telah tersedia di lokasi, sementara sisanya masih dalam proses mobilisasi menuju Aceh.

Salah satu titik yang saat ini dipercepat penanganannya adalah Jembatan Teupin Mane. Pekerjaan yang berlangsung meliputi penimbunan oprit menggunakan batu bolder, pembangunan coverdam untuk pengalihan aliran sungai, serta perakitan jembatan bailey dengan dukungan alat berat seperti excavator, dozer, dan dump truck.

Selain sektor jalan dan jembatan, kerusakan juga terjadi pada infrastruktur air minum dan permukiman. Tercatat sebanyak 20 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di 10 kabupaten/kota terdampak, termasuk satu Instalasi Pengolahan Air di Kota Langsa. Fasilitas sanitasi berbasis masyarakat, seperti Sanimas, TPS3R, dan PISEW, juga mengalami kerusakan.

Untuk mendukung percepatan penanganan darurat, Kementerian PU telah mengerahkan 41 unit excavator, 25 unit dump truck, serta menyalurkan tenda darurat, perlengkapan sanitasi, dan bantuan dasar bagi warga yang masih mengungsi.

Dody menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara bertahap hingga seluruh fungsi pelayanan publik kembali normal. “Kami tidak hanya memulihkan konektivitas, tetapi juga layanan dasar seperti air bersih dan fasilitas permukiman. Masyarakat Aceh harus segera kembali pada aktivitas yang aman dan produktif,” katanya.

Kementerian PU juga memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah dan BNPB terus dilakukan hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, agar pemulihan berjalan menyeluruh dan infrastruktur ke depan lebih tangguh terhadap bencana.

 

Tags: Banjir AcehBencana AcehBNPBInfrastruktur NasionalJalan NasionalJembatan BaileyJembatan NasionalKementerian PULongsor AcehPemulihan InfrastrukturPenanganan Daruratpropertytimes.idSanitasiSPAM
Previous Post

Hunian Vireya di BSD City Ludes Terjual di Dua Fase Awal

Next Post

Bangun Karya Perkasa Jaya Klarifikasi Terkait Deportasi Komisaris Utama

Next Post

Bangun Karya Perkasa Jaya Klarifikasi Terkait Deportasi Komisaris Utama

Terpopuler

  • Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tatar Bungawari, Manifestasi Wellness dan Kematangan 25 Tahun Kota Baru Parahyangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan Sektor Properti Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung) Segera Dimulai, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Koridor Barat Bogor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapak Real Estate Indonesia Itu Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT Leksana Komunikasi Media

Redaksi, Komunikasi, Pemasaran dan Riset :
Email : redaksi@propertytimes.id redaksi.propertytimes@gmail.com marketing@propertytimes.id

MENU

  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id

No Result
View All Result
  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id