Jakarta, Propertytimes.id – Emiten properti PT Jababeka Tbk (KIJA) membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) sebesar Rp1,93 triliun pada semester I 2025, dimana kontribusi terbesar berasal dari Kawasan Industri Kendal (KIK). Berdasarkan risalah hasil pelaksanaan paparan publik 2025 PT Jababeka Tbk yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/8) menyebutkan, KIK menyumbang penjualan sekitar 80 hektare lahan senilai Rp1,39 triliun atau lebih dari 70% total marketing sales perseroan pada periode tersebut.
Direksi Jababeka mengungkapkan, total target marketing sales tahun ini dipatok sebesar Rp3,5 triliun atau naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga akhir Juni 2025, realisasi target telah mencapai 55%. “Kenaikan penjualan di Kawasan Kendal juga didukung oleh masuknya investor dari berbagai negara, mayoritas asal China, serta sektor industri yang beragam mulai dari manufaktur baterai kendaraan listrik, tekstil, mainan, hingga ban,” kata manajemen.
BACA JUGA: Gelar RUPS Tahunan, Pemegang Saham Jababeka Setujui Dividen Tunai Rp36,3 Miliar
Perusahaan juga menargetkan pertumbuhan berkelanjutan melalui penguatan pilar pendapatan berulang (recurring income) dari utilitas, energi, dan logistik. Sementara, unit usaha seperti PT Bekasi Power, PT United Power di KIK, Cikarang Dry Port, dan PT Jababeka Infrastruktur menjadi penopang stabilitas pendapatan non-penjualan lahan.
Dari sisi pengembangan, Jababeka mengalokasikan belanja modal (capex) Rp650 miliar pada 2025, terdiri dari Rp300 miliar untuk pemeliharaan dan Rp350 miliar untuk akuisisi lahan. Hingga akhir semester I, realisasi capex mencapai Rp245 miliar. Perusahaan juga mempersiapkan rencana penambahan cadangan lahan (land bank) di lokasi strategis untuk memperkuat portofolio.
Manajemen menegaskan optimisme terhadap prospek hingga akhir tahun, seiring kebijakan pemerintah yang pro-investasi, penurunan tarif bea masuk AS untuk produk Indonesia, serta percepatan pembangunan infrastruktur seperti tol Serang–Panimbang yang diharapkan mendorong nilai kawasan wisata Tanjung Lesung. “Kami akan terus memperbesar porsi recurring income dan menjalin kerja sama strategis dengan investor domestik maupun asing untuk mempercepat pembangunan kawasan,” ungkap manajemen.





