Jakarta, Propertytimes.id – Manajemen PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) memberikan klarifikasi resmi terkait volatilitas transaksi serta lonjakan harga saham perseroan yang terjadi pada akhir April lalu.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilansir pada Rabu (4/5), Sekretaris Perusahaan PT Agung Podomoro Land Tbk, F. Justini Omas, menyampaikan bahwa perseroan telah menerima permintaan penjelasan dari otoritas bursa melalui SPE-IDXnet tertanggal 30 April 2026. Hal ini menyusul pemantauan bursa terhadap aktivitas transaksi APLN pada 29 April 2026 yang menunjukkan peningkatan signifikan.
Data bursa menunjukkan aktivitas transaksi saham APLN melonjak menjadi 989.948.800 saham dengan frekuensi sebanyak 47.390 kali. Angka ini naik signifikan dibandingkan hari bursa sebelumnya yang hanya mencatatkan transaksi 39.676.300 saham dengan frekuensi 1.802 kali. Sejalan dengan volume tersebut, harga saham ditutup menguat Rp30 atau setara 16,13 persen ke level Rp216 per lembar saham.
BACA JUGA: Agung Podomoro Land Jual Mall Deli Park Medan Senilai Rp2,44 Triliun
Menanggapi hal tersebut, Justini menegaskan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya informasi material atau kejadian penting yang belum diungkapkan kepada publik, baik yang memengaruhi nilai saham maupun kelangsungan hidup perusahaan. Perseroan juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas tertentu dari pemegang saham utama, anggota direksi, maupun dewan komisaris terkait perubahan kepemilikan saham pada saat lonjakan aktivitas terjadi.
Terkait rencana strategis ke depan, manajemen Agung Podomoro Land menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, setidaknya untuk tiga bulan mendatang, yang dapat memengaruhi pencatatan saham di bursa. Pihak perseroan juga telah melakukan konfirmasi kepada pemegang saham mayoritas dan mendapatkan kepastian bahwa saat ini tidak ada transaksi tertentu yang sedang dilakukan oleh pemegang saham pengendali tersebut.





