Property Times
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
Property Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
Home Apartment

Cushman: Koridor MRT Masih Menjadi Primadona Investor Properti

Redaksi by Redaksi
December 29, 2025
in Apartment, Headline, Infrastruktur, News, Property Developer, Real Estate
0
Cushman: Koridor MRT Masih Menjadi Primadona Investor Properti

Rute MRT Lebak Bulus. Foto: casaderamos

0
SHARES
12
VIEWS

Jakarta, Propertytimes.id – Pasar properti di wilayah Jabodetabek diproyeksikan bergerak stabil dengan sentimen positif hingga 2026. Properti yang terhubung dengan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dinilai masih mencatat kinerja lebih baik dibandingkan kawasan lain. Proyeksi tersebut disampaikan Cushman & Wakefield Indonesia dalam laporan bertajuk Proyeksi & Prospek Properti di Koridor MRT Jakarta yang dirilis 17 Desember 2025.

Dalam laporan itu, Cushman & Wakefield Indonesia juga menilai kehadiran MRT telah menjadi penggerak utama sekaligus pembeda nilai aset properti, khususnya di kawasan perkotaan padat. Director of Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, dalam laporan tersebut mengatakan dampak MRT tidak hanya terbatas pada peningkatan aksesibilitas. “Jalur MRT terbukti mendorong permintaan ruang perkantoran, terutama di kawasan pusat bisnis (CBD) Jakarta. Faktor kedekatan dengan MRT kini semakin diperhitungkan oleh penyewa saat melakukan relokasi maupun ekspansi,” ujarnya.

Data Cushman & Wakefield menunjukkan adanya kesenjangan kinerja yang kian melebar antara properti di dalam dan di luar koridor MRT. Tingkat hunian gedung perkantoran Grade A di sepanjang MRT Fase 1 tercatat lebih tinggi dan tumbuh lebih cepat dibandingkan gedung perkantoran non-MRT. Kondisi serupa juga terjadi di sektor ritel, di mana aset yang berada dekat stasiun MRT mencatat pertumbuhan okupansi rata-rata 1,4% per tahun pascapandemi, lebih tinggi dibandingkan lokasi lain.

Menurut Cushman, tren tersebut berpotensi berlanjut di sepanjang jalur MRT Fase 2. Dampak positifnya terlihat pada potensi harga jual kembali dan tarif sewa yang lebih tinggi, sehingga menjadi daya tarik bagi investor, terutama untuk kondominium dan properti komersial di koridor baru.

Cushman juga menyoroti perubahan arah pengembangan properti di masa depan. Dengan semakin terbatasnya lahan kosong di sepanjang jalur MRT, pengembang diperkirakan akan lebih banyak mengandalkan proyek pembangunan kembali. “Redevelopment kemungkinan menjadi opsi yang paling rasional, terutama di kawasan strategis seperti koridor Thamrin hingga Kota Tua,” sebut Cushman.

Secara umum, laporan ini memproyeksikan prospek yang relatif positif untuk pasar properti Jakarta. Sektor perkantoran CBD diperkirakan mencatat penyerapan bersih sekitar 145.000 meter persegi pada 2026, disertai kenaikan sewa yang berlangsung bertahap. Sementara itu, sektor ritel diperkirakan terdorong oleh masuknya merek baru serta renovasi pusat perbelanjaan.

Adapun pasar kondominium dan perumahan tapak masih mendapat dukungan dari perpanjangan insentif pemerintah. Sektor hotel dan apartemen sewa juga dinilai tetap resilien, terutama untuk properti yang memiliki konektivitas tinggi dengan transportasi publik.

“Kedekatan dengan stasiun MRT menjadi salah satu pertimbangan penting bagi tamu dalam memilih hotel,” ungkap Cushman seraya menambahkan, properti dengan akses langsung ke transportasi massal cenderung lebih diminati di tengah perubahan pola mobilitas masyarakat.

Cushman & Wakefield menyimpulkan, memasuki 2026, properti di koridor MRT tidak hanya unggul dari sisi kinerja saat ini, tetapi juga dinilai paling siap menghadapi permintaan di masa mendatang.

 

Tags: Cushman & Wakefieldinvestasi propertiJabodetabekkondominiumMRT JakartaPasar propertiPerkantoranPropertiRitelTransportasi Publik
Previous Post

Era Graharealty Tambah Modal Anak Usaha

Next Post

APLN Lepas Mal Deli Park Medan

Next Post
APLN Lepas Mal Deli Park Medan

APLN Lepas Mal Deli Park Medan

Terpopuler

  • Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tatar Bungawari, Manifestasi Wellness dan Kematangan 25 Tahun Kota Baru Parahyangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan Sektor Properti Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung) Segera Dimulai, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Koridor Barat Bogor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapak Real Estate Indonesia Itu Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT Leksana Komunikasi Media

Redaksi, Komunikasi, Pemasaran dan Riset :
Email : redaksi@propertytimes.id redaksi.propertytimes@gmail.com marketing@propertytimes.id

MENU

  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id

No Result
View All Result
  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id