Jakarta, Propertytimes.id – Emiten properti, PT Indonesia Paradise Property Tbk (INPP) terus memperkuat pendapatan berulang (recurring income) melalui lini bisnis hospitality. Upaya ini diwujudkan dengan peresmian soft opening Citadines Antasari Jakarta pada akhir Agustus 2025 lalu.
Berlokasi di jantung Jakarta Selatan, portofolio ke-26 milik perusahaan pengembang dengan branding Paradise Indonesia ini menawarkan 175 unit kamar yang terdiri atas tipe Deluxe Room (22 m²), Studio Premier Room (32 m²), hingga Suite (52 m²). Serviced apartment ini berada dalam kawasan pengembangan terpadu (mixed-use development) Antasari Place Jakarta yang terkoneksi dengan fasilitas ritel, kuliner, dan hiburan.
Presiden Direktur INPP, Anthony Prabowo Susilo, menyampaikan bahwa kehadiran Citadines Antasari Jakarta merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat recurring income. “Secara makro, kondisi sosial politik tahun ini, baik global maupun domestik, berjalan sangat unik. Banyak hal yang tidak terprediksi sejak awal tahun, mulai dari adanya pengetatan anggaran hingga terjadinya dinamika geopolitik. Meski demikian, kami optimistis dapat menjalani tahun ini dengan baik,” ujar Anthony dalam diskusi media di Jakarta Selatan, Jumat (12/9).
BACA JUGA: Strategi Ekspansi dan Optimisme Paradise Indonesia di Tahun 2025
Dirinya menambahkan, kinerja INPP tahun ini diperkirakan tetap tumbuh dibanding tahun lalu, meski untuk saat ini capaian tersebut memang masih sedikit di bawah target anggaran. “Secara umum, gejolak global maupun domestik belum berdampak signifikan terhadap INPP. Portofolio hotel kami rata-rata tidak memiliki ruang MICE berskala besar sehingga tidak terlalu terpengaruh pengetatan anggaran. Di sisi lain, sebagian besar proyek kami juga telah selesai. Karena itu kami cukup optimis dengan pencapaian sampai dengan akhir tahun nanti,” jelasnya.
Selain ekspansi di sektor hospitality, INPP juga mencatat perkembangan positif dari proyek residensial Antasari Place. Dari total 985 unit yang dipasarkan, kini tersisa sekitar 105 unit. “Tahun ini menjadi pencapaian penting. Kami juga tengah menyiapkan rencana pengembangan tower kedua dengan menyesuaikan tren pasar,” kata Anthony.
Senada, Chief Project Marketing INPP, Reagan Halim, menuturkan Antasari Place menyasar segmen profesional muda dan keluarga muda. Harga unit studio dipasarkan Rp1,3–1,6 miliar dengan luas 28–30 m², tipe one bedroom Rp1,9– Rp2 miliar, dan two bedroom Rp2,7– Rp2,8 miliar.
“Pasar properti kini lebih selektif dibanding beberapa tahun lalu. Mayoritas konsumen adalah end user, meski investor tetap ada. Karena itu kami membedakan strategi pemasaran. Untuk end user, kami permudah skema pembayaran. Sedangkan bagi investor, kami hadirkan program Free, Fix Return, Easy Earning, di mana unit dikelola untuk menghasilkan pendapatan tahunan,” terang Reagan.
Menurutnya, strategi ganda ini terbukti efektif. “Di koridor TB Simatupang, kami termasuk salah satu pengembang dengan penjualan paling aktif. Sementara untuk area komersial pendukung Antasari Place, tingkat keterisian sudah mencapai sekitar 90 persen,” tambahnya.





