Jakarta, Propertytimes.id – Emiten properti plat merah, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) telah menyelesaikan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 5 Juni 2025 lalu dengan sejumlah keputusan penting terkait laporan keuangan, alokasi laba, dan perubahan struktur kepengurusan perusahaan. Hasil rapat ini secara resmi dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 10 Juni 2025.
Dalam RUPST yang dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 89,9998% saham beredar, perusahaan menyepakati laporan keuangan konsolidasian tahun 2024 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan.
Laporan keuangan tersebut menunjukkan kinerja perusahaan dengan laba bersih mencapai Rp42,8 miliar. Dari jumlah tersebut, 20% atau Rp8,56 miliar dialokasikan sebagai cadangan wajib, sementara 80% sisanya sebesar Rp34,24 miliar akan digunakan sebagai saldo laba untuk modal kerja dan pengembangan bisnis.
BACA JUGA: Adhi Commuter Properti Perpanjang Jatuh Tempo Obligasi Rp100 Miliar Hingga 2027
RUPS juga menyetujui penunjukan kembali kantor akuntan publik yang sama untuk melakukan audit laporan keuangan tahun 2025. Perubahan signifikan terjadi dalam jajaran direksi dan komisaris perusahaan.
Achmad Wachid Abdullah resmi ditetapkan sebagai Direktur Utama baru menggantikan Rizkan Firman, sementara Farid Budiyanto tetap dipertahankan posisinya sebagai Direktur. Di tingkat komisaris, Wenny Anshory Putra ditunjuk sebagai Komisaris Utama yang juga merangkap sebagai Komisaris Independen, didampingi oleh Yan Finwan sebagai Komisaris. Pergantian ini menyusul pengunduran diri Herry Ardianto sebagai Komisaris Utama dan Achmad Afandi sebagai Komisaris.
Perusahaan juga melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penerbitan Obligasi III Tahun 2023. Hingga saat ini, ADCP telah menggunakan Rp369,9 miliar dari total dana Rp499,9 miliar, dengan alokasi utama untuk refinancing sebesar Rp229,9 miliar dan modal kerja Rp131,1 miliar, serta menyisakan dana sebesar Rp130 miliar yang belum digunakan.
Keputusan untuk tidak membagikan dividen tunai tahun ini menunjukkan fokus perusahaan pada penguatan modal dan ekspansi bisnis. Analis pasar memandang perubahan jajaran direksi ini sebagai langkah positif untuk membawa angin segar dalam pengelolaan perusahaan.





