Jakarta, Propertytimes.id – Komitmen Pemerintah Qatar untuk berkolaborasi dengan Indonesia dalam penyediaan rumah layak huni berkualitas bagi masyarakat mulai direalisasikan. Hal ini ditandai dengan pencanangan pra-kerjasama antara Al Qilaa, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, dan Danantara di kawasan Kampung Bandan, Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (17/09).
Kerja sama strategis ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran Proyek Investasi Satu Juta Hunian Vertikal yang diumumkan pada Juni lalu. Pada fase awal, proyek ambisius ini akan memprioritaskan pembangunan 50 ribu unit hunian vertikal yang terletak di atas aset lahan milik KAI. Pengembangan akan mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD), yang mengintegrasikan kawasan permukiman dengan sistem transportasi massal untuk menciptakan konektivitas yang efisien.
BACA JUGA: Qatar Siap Bangun 1 Juta Unit Apartemen di Indonesia Mulai April 2025
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah terhadap program ini. “PT KAI membuka akses pemanfaatan aset untuk pembangunan hunian berbasis TOD yang berkelanjutan dan nyaman. Pencanangan ini merupakan langkah awal, dan ke depan kami berharap kerja sama ini akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Bobby, sebagaimana dilansir dari laman resmi Kementerian PKP, Rabu (17/9) lalu.
Proyek perumahan ini tidak hanya sekadar membangun tempat tinggal, tetapi menciptakan sebuah ekosistem hidup lengkap. Hunian akan dirancang sebagai smart towers yang mengadopsi teknologi hunian pintar. Fasilitas pendukung seperti sekolah, taman bermain, dan ruang komunal juga akan diintegrasikan untuk meningkatkan kualitas hidup penghuninya, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Chairman Al Qilaa, Abdulaziz Al Thani, menegaskan komitmennya yang sejalan dengan program pemerintah Indonesia. “Pengumuman kerja sama hari ini mencerminkan komitmen serius kami dalam mendukung penyediaan perumahan bagi masyarakat Indonesia, sejalan dengan Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo. Proyek ini bukan hanya tentang membangun tempat tinggal, melainkan juga tentang menciptakan ekosistem hunian berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Satgas Perumahan, Hashim S. Djojohadikusumo, menambahkan bahwa kehadiran program ini adalah untuk menjawab tantangan backlog perumahan di Indonesia yang masih mencapai puluhan juta unit. “Hari ini kita memberi harapan kepada generasi muda, terutama mereka yang bekerja jauh dari pusat kota, agar bisa memiliki hunian yang layak,” jelas Hashim.





