Jakarta, Propertytimes.id – Perusahaan pengembang real estate dan layanan kesehatan terbesar di Indonesia PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membukukan laba bersih sebesar Rp18,7 triliun untuk tahun 2024. Kinerja ini didorong oleh pertumbuhan signifikan di segmen real estate dan layanan kesehatan.
Berdasarkan laporan yang dirilis dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), LPKR membukukan pendapatan dari segmen real estate sebesar Rp5,06 triliun atau meningkat 15% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja segmen ini ditopang oleh penjualan hunian, area komersial serta lahan makam di San Diego Hills.
Selain itu, pra penjualan tercatat sebesar Rp6,01 triliun, melebihi target tahunan sebesar 12%. Pencapaian ini menegaskan permintaan pasar yang kuat terhadap rumah tapak dengan harga yang terjangkau, dengan proyek unggulan seperti Cendana Homes, XYZ Livin, dan Waterfront Uptown mendominasi penjualan. Peluncuran hunian terbaru, termasuk Zen Series, Cendana Suites, dan Blackslate Series di Park Serpong, serta XQ Livin di Lippo Cikarang Cosmopolis, turut berkontribusi pada peningkatan volume dan harga.
Segmen layanan kesehatan, yang dijalankan oleh anak usaha PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), juga mencatatkan pertumbuhan. Jumlah pasien rawat inap meningkat 8% menjadi 326.030, jumlah hari rawat inap meningkat 7% menjadi 1.007.479, dan kunjungan rawat jalan meningkat 7%, melebihi 4 juta kunjungan.
BACA JUGA: Lepas Kepemilikan Siloam, Lippo Group akan Fokus pada Bisnis Real Estate
Pada tahun 2024, SILO mengoperasikan 4.133 tempat tidur dengan tingkat hunian mencapai 66,6%, naik 2% dibandingkan tahun sebelumnya. Setelah divestasi sebagian saham, LPKR kini memegang 29,09% saham di SILO. Karenanya, sejak Juni 2024, kinerja keuangan SILO dilaporkan sebagai investasi pada asosiasi dalam laporan keuangan LPKR.
Segmen gaya hidup, yang terdiri dari bisnis mal dan hotel juga mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,4 triliun. Laba kotor segmen ini meningkat 13% menjadi Rp967 miliar, dan EBITDA meningkat 34% menjadi Rp387 miliar.
Tarif rata-rata kamar hotel pada 2024 meningkat 7% menjadi Rp624 ribu, dan tingkat hunian rata-rata stabil di 69%. Jumlah pengunjung mal rata-rata meningkat 51% menjadi 10,5 juta pengunjung.
Group CEO Lippo Karawaci, John Riady, menyatakan bahwa perusahaan mencapai hasil yang menggembirakan pada 2024, didorong oleh fokus pada perbaikan operasional, disiplin keuangan, dan penciptaan nilai pelanggan. Perusahaan berkomitmen pada pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan.





