Property Times
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
No Result
View All Result
Property Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • News
  • The Pavilion Sawangan
  • The Project
  • Building Material
  • Technology
  • Korporasi
  • Design Architecture
  • Travel & Leisure
  • Figure
Home Business

KEK ETKI Banten Pacu Transformasi Ekonomi Berbasis Pengetahuan di BSD City

Redaksi by Redaksi
March 7, 2026
in Business, Headline, Industrial, Korporasi, News, The Project
0
KEK ETKI Banten Pacu Transformasi Ekonomi Berbasis Pengetahuan di BSD City
0
SHARES
145
VIEWS

Tangerang, Propertytimes.id – Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten, atau KEK D-HUB, kini memasuki babak baru dalam memperkuat struktur ekonomi di wilayah Jabodetabek.

Menetapkan strategi lokasi di BSD City, kawasan ini dianggap sebagai episentrum baru bagi sektor pendidikan, teknologi, dan kesehatan global yang mampu menjangkau pasar hingga 4,5 juta jiwa dalam tiga dekade mendatang.

Dalam acara media Gathering sekaligus buka puasa bersama di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD City, Jumat (6/3), Kepala BUPP KEK ETKI Banten, Lindawaty Chandra, memaparkan pentingnya peran kawasan ini dalam menciptakan efek domino ekonomi (ripple effect). Lindawaty menegaskan bahwa KEK ETKI Banten merupakan instrumen strategi untuk mentransformasi Indonesia menuju ekonomi berbasis pengetahuan.

“KEK ETKI Banten dirancang tidak hanya untuk menarik investasi, tetapi juga membangun SDM unggul melalui ekosistem yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kehadirannya melengkapi kemapanan BSD City sebagai mega township sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti yang lebih tangguh karena didasarkan pada aktivitas ekonomi riil,” ujar Linda.

Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Strategis
Diketahui, saat ini KEK ETKI Banten mengelola total luas kawasan sebesar 60 hektare yang dipahami dalam dua tahap pengembangan. Fokus saat ini berada pada Area 1 seluas 29 hektar, sementara Area 2 seluas 31 hektare disiapkan sebagai cadangan pengembangan masa depan guna mengantisipasi pertumbuhan populasi yang pesat di kawasan penyangga Jakarta.

Kemajuan pembangunan fisik juga menunjukkan tren positif dengan tuntasnya operasional Kampus Biomedis yang meliputi Knowledge Tower dan Science Tower. Selain itu, pengerjaan struktur Menara 1 dan 2 pada proyek Medical Suites telah diselesaikan pada Kuartal I-2026 dengan target serah terima pada September 2026. Fasilitas medis ini dirancang khusus dengan standar tinggi, termasuk memenuhi Bio Safety Level 2 (BSL-2) untuk mendukung operasional layanan kesehatan modern.

BACA JUGA: BSDE Incar Dana Rp1,75 Triliun dari Obligasi dan Sukuk Berkelanjutan

Di sektor komersial, unit Powell yang diperuntukkan bagi para inovator saat ini tengah memasuki tahap pengerjaan fasad dan dijadwalkan untuk serah terima pada April 2026. Sejumlah penyewa utama (anchor tenant) berskala internasional seperti Monash University, Binus University, Alpha IVF, hingga Seoul Jakarta Plastic Surgery Clinic tercatat telah resmi beroperasi di dalam kawasan.

Optimalisasi Insentif dan Penekanan Capital Outflow
Daya tarik utama KEK ETKI Banten lainnya terletak pada paket fasilitas fiskal dan non-fiskal yang komprehensif. Berdasarkan PP No. 40/2021 dan regulasi turunannya, para pelaku usaha di kawasan ini mendapatkan berbagai kemudahan yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing nasional di kancah regional.
Langkah ini juga menjadi strategi pemerintah dalam menekan angka pengungsi modal ke luar negeri (capital outflow) akibat tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan internasional. Dengan menghadirkan fasilitas tersebut di dalam negeri, KEK ETKI Banten diharapkan mampu memperkuat pusat riset dan inovasi nasional.

“Kami berharap dukungan fasilitas fiskal dan non-fiskal ini dapat memperkuat kemitraan strategi jangka panjang, meningkatkan daya saing penelitian kita, serta secara signifikan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan di luar negeri,” tutup Lindawaty.

Tags: BSD CityD-HUB SEZKawasan Ekonomi KhususKEK ETKI BantenSinarmas Land
Previous Post

Iwan Sunito Rampungkan Akuisisi Lahan Rp1,5 Triliun di Sydney

Next Post

Wajah Baru Program 3 Juta Rumah, Dari Tapak ke Hunian Vertikal

Next Post
Wajah Baru Program 3 Juta Rumah, Dari Tapak ke Hunian Vertikal

Wajah Baru Program 3 Juta Rumah, Dari Tapak ke Hunian Vertikal

Terpopuler

  • Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    Curhatan Salah Satu Debitur BTN: Ketika Restrukturisasi KPR Malah Jadi Masalah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan Sektor Properti Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung) Segera Dimulai, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Koridor Barat Bogor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tatar Bungawari, Manifestasi Wellness dan Kematangan 25 Tahun Kota Baru Parahyangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapak Real Estate Indonesia Itu Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
PT Leksana Komunikasi Media

Redaksi, Komunikasi, Pemasaran dan Riset :
Email : redaksi@propertytimes.id redaksi.propertytimes@gmail.com marketing@propertytimes.id

MENU

  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id

No Result
View All Result
  • Figure
  • Q&A
  • Brokerages
  • E-Magazine
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
  • About
  • Privacy Policy
  • Trademarks
  • Terms of Service

©2018 - 2026 Propertytimes.id