Tangerang, Propertytimes.id – Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten, atau KEK D-HUB, kini memasuki babak baru dalam memperkuat struktur ekonomi di wilayah Jabodetabek.
Menetapkan strategi lokasi di BSD City, kawasan ini dianggap sebagai episentrum baru bagi sektor pendidikan, teknologi, dan kesehatan global yang mampu menjangkau pasar hingga 4,5 juta jiwa dalam tiga dekade mendatang.
Dalam acara media Gathering sekaligus buka puasa bersama di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD City, Jumat (6/3), Kepala BUPP KEK ETKI Banten, Lindawaty Chandra, memaparkan pentingnya peran kawasan ini dalam menciptakan efek domino ekonomi (ripple effect). Lindawaty menegaskan bahwa KEK ETKI Banten merupakan instrumen strategi untuk mentransformasi Indonesia menuju ekonomi berbasis pengetahuan.
“KEK ETKI Banten dirancang tidak hanya untuk menarik investasi, tetapi juga membangun SDM unggul melalui ekosistem yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kehadirannya melengkapi kemapanan BSD City sebagai mega township sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti yang lebih tangguh karena didasarkan pada aktivitas ekonomi riil,” ujar Linda.
Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Strategis
Diketahui, saat ini KEK ETKI Banten mengelola total luas kawasan sebesar 60 hektare yang dipahami dalam dua tahap pengembangan. Fokus saat ini berada pada Area 1 seluas 29 hektar, sementara Area 2 seluas 31 hektare disiapkan sebagai cadangan pengembangan masa depan guna mengantisipasi pertumbuhan populasi yang pesat di kawasan penyangga Jakarta.
Kemajuan pembangunan fisik juga menunjukkan tren positif dengan tuntasnya operasional Kampus Biomedis yang meliputi Knowledge Tower dan Science Tower. Selain itu, pengerjaan struktur Menara 1 dan 2 pada proyek Medical Suites telah diselesaikan pada Kuartal I-2026 dengan target serah terima pada September 2026. Fasilitas medis ini dirancang khusus dengan standar tinggi, termasuk memenuhi Bio Safety Level 2 (BSL-2) untuk mendukung operasional layanan kesehatan modern.
BACA JUGA: BSDE Incar Dana Rp1,75 Triliun dari Obligasi dan Sukuk Berkelanjutan
Di sektor komersial, unit Powell yang diperuntukkan bagi para inovator saat ini tengah memasuki tahap pengerjaan fasad dan dijadwalkan untuk serah terima pada April 2026. Sejumlah penyewa utama (anchor tenant) berskala internasional seperti Monash University, Binus University, Alpha IVF, hingga Seoul Jakarta Plastic Surgery Clinic tercatat telah resmi beroperasi di dalam kawasan.
Optimalisasi Insentif dan Penekanan Capital Outflow
Daya tarik utama KEK ETKI Banten lainnya terletak pada paket fasilitas fiskal dan non-fiskal yang komprehensif. Berdasarkan PP No. 40/2021 dan regulasi turunannya, para pelaku usaha di kawasan ini mendapatkan berbagai kemudahan yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing nasional di kancah regional.
Langkah ini juga menjadi strategi pemerintah dalam menekan angka pengungsi modal ke luar negeri (capital outflow) akibat tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan internasional. Dengan menghadirkan fasilitas tersebut di dalam negeri, KEK ETKI Banten diharapkan mampu memperkuat pusat riset dan inovasi nasional.
“Kami berharap dukungan fasilitas fiskal dan non-fiskal ini dapat memperkuat kemitraan strategi jangka panjang, meningkatkan daya saing penelitian kita, serta secara signifikan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan di luar negeri,” tutup Lindawaty.





