Jakarta, Propertytimes.id – Masyarakat yang akan mudik atau bepergian pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) berkesempatan mendapatkan penghematan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akan memberikan diskon tarif sebesar 10-20% pada 26 ruas jalan tol.
Promosi ini khusus berlaku hanya pada tanggal 22, 23, dan 31 Desember 2025. Kebijakan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan pemerintah memastikan kelancaran mobilitas dan meningkatkan layanan selama periode puncak arus mudik dan balik.
Informasi ini disampaikan oleh Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Senin (8/12/2025). Diana, yang mewakili Menteri PU Dody Hanggodo, menegaskan bahwa seluruh persiapan infrastruktur dan layanan telah dilakukan agar konektivitas nasional selama Nataru tetap lancar. “Ruas yang terdampak bencana terus dipulihkan, sementara jaringan jalan di wilayah lain dalam kondisi mantap. Kesiapan layanan untuk Nataru tidak terganggu,” ujar Diana, sebagaimana dilansir dari laman resmi Kementrian PU, Senin (9/12).
Dukungan Infrastruktur dan Layanan Pendukung
Selain diskon, pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur. Lima ruas tol baru akan dioperasikan untuk mengantisipasi lonjakan, termasuk ruas Sigli-Banda Aceh dan Palembang-Betung. Penambahan lajur juga dilakukan di ruas-ruas padat seperti Jakarta-Cikampek dan Tangerang-Merak.
Fasilitas pendukung seperti Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) serta Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah ditambah dan ditingkatkan layanannya. Kesiapan tanggap darurat juga dioptimalkan dengan penyiapan 1.150 unit alat berat dan 492 posko pengawasan yang akan beroperasi dari 16 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Sebagai informasi, saat ini jaringan jalan nasional non-tol di Indonesia memiliki total panjang 47.603,39 km dengan tingkat kemantapan 93,65%. Sedangkan untuk jalan tol yang telah beroperasi sepanjang 3.115,98 km dan akan ditambah dengan ruas tol yang akan mulai operasional pada triwulan 4 yaitu Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg Seksi 1 (Junction Sedyatmo-Interchange Kosambi) sepanjang 4,7 km, penambahan junction Tol Palembang-Betung (Ramp 1,5,6,7B, dan 8) sepanjang 7,57 km, dan penambahan lajur ruas Tangerang-Merak (Jalur A dan B KM 77+800-KM 86+538) sepanjang 8,738 km.
Selain itu, terdapat 5 ruas jalan tol yang akan difungsionalkan untuk antisipasi lonjakan layanan selama Nataru 2025/2026 yaitu Jalan Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) sepanjang 24,67 km, Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat Seksi 4 (Sinaksak-Simpang Panei ) sepanjang 12,86 km, Jalan Tol Palembang-Betung Seksi 2 (Rengas-Pulau Rimau) sepanjang 30,75 km, Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Seksi 1 dan Seksi 2 (Gending-Paiton) sepanjang 24,08 km, serta Jalan Tol IKN Seksi 3A, 3A2, 3B, 3B2, 5A, 5B, 6A dan Jembatan Pulau Balang sepanjang 50,227 km. Penambahan 1 lajur pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Tol Cikampek-Palimanan, dan Jalan Tol Tangerang-Merak juga dilakukan untuk peningkatan kapasitas jalan.
Jaringan jalan tol di Indonesia juga telah dilengkapi dengan total 136 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) serta 189 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk kenyamanan pengendara. Sejumlah TIP yang masih dalam tahap konstruksi juga akan difungsionalkan selama Nataru 2025/2026 yaitu 8 TIP pada 4 ruas jalan tol di wilayah Sumatera dan 9 TIP pada ruas jalan tol di wilayah Jawa.
Kementerian PU bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) juga menyiapkan sejumlah peningkatan layanan operasional jalan tol mencakup penambahan fasilitas BBM modular, penyediaan mobile toilet, patroli 24 jam, serta peningkatan fasilitas TIP seperti sarana ibadah, area UMKM, fasilitas ramah disabilitas, dan area bermain anak. Optimalisasi gerbang tol dilakukan melalui penyiapan mobile reader, kartu perdana uang elektronik, serta kesiagaan genset selama 24 jam.





