Jakarta, Propertytimes.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bertemu dengan CEO Lippo Group, James Riady, untuk membahas sejumlah agenda strategis di sektor perumahan. Dalam pertemuan tersebut, salah satu topik utama yang dibicarakan adalah program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Maruarar, yang akrab disapa Ara, mengapresiasi langkah Bank NOBU yang aktif mensosialisasikan KUR Perumahan secara luas. Program ini dinilainya sebagai bentuk nyata keberpihakan negara terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), baik dari sisi pembeli rumah maupun dari sisi penyedia seperti kontraktor serta toko bangunan berskala kecil dan menengah.
Ara menambahkan, Bank NOBU menargetkan penyaluran KUR Perumahan dalam skala besar. Ia berencana menghadiri kegiatan sosialisasi KUR Perumahan di Universitas Pelita Harapan (UPH), yang dianggap memiliki ekosistem lengkap untuk mengembangkan sinergi antara dunia pendidikan, perbankan, dan pelaku usaha.
“Di sana sudah ada kampus, UMKM, dan banknya juga. Jadi ini bisa menjadi model sinergi yang baik,” ujarnya sebagaimana dilansir dari laman resmi Kementerian PKP, Senin (10/11).
BACA JUGA: Berkunjung ke Meikarta, Maruarar Sirait Kembali Fasilitasi Penyelesaian Pembayaran Konsumen Meikarta
Selain membahas program KUR Perumahan, Maruarar juga menerima laporan terbaru mengenai progres penyelesaian masalah konsumen proyek Meikarta. Dirinya menjelaskan, tahap pertama penyelesaian dilakukan melalui pengembalian dana (refund) kepada 15 konsumen, tahap kedua kepada 25 orang dengan 12 unit sudah diserahterimakan, dan tahap ketiga tengah dikonsolidasikan untuk 80 unit yang masih dalam proses penjualan.
Menteri Ara mengapresiasi langkah Lippo Group dalam menangani permasalahan tersebut dan mendorong agar sebagian lahan Meikarta yang belum dimanfaatkan dapat digunakan untuk pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
James Riady menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah terhadap sektor perumahan. Ia menilai kebijakan pemerintah dalam mendorong pembangunan tiga juta rumah sebagai fondasi penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional hingga delapan persen.
“Pemerintah sekarang memberikan perhatian yang belum pernah sebesar ini terhadap sektor perumahan. Kami di Lippo Group, bersama Bank NOBU, berkomitmen untuk terus mendukung program KPR dan KUR Perumahan, khususnya bagi MBR,” ujar James.





